Ruang Bermain Ramah Anak di Kampung Nelayan, Muara Angke

Jakarta, rakyatbicara.co.id – Berkembangnya Ibu kota Jakarta sebagai pusat kegiatan di Indonesia memicu timbulnya pembangunan secara masif yang berdampak pada munculnya permasalahan keterbatasan lahan, termasuk lahan untuk ruang bermain anak.

Salah satu diantaranya permasalahan ini terjadi di RT 10/ RW 22 Kampung Nelayan, Muara Angke, Jakarta Utara. Hal tersebut menunjukan bahwa program Kota Layak Anak (KLA) yang diatur di dalam Peraturan Menteri No. 14 Tahun 2010 dan dicanangkan sebagai program prioritas nasional belum dirasakan oleh anak-anak di wilayah pesisir Kampung Nelayan, Muara Angke.

Di dalam program tersebut dinyatakan bahwa salah satu wujud implementasi KLA adalah penyediaan sarana dan prasarana ruang bermain ramah anak yang mampu mendukung proses tumbuh kembang anak.

Bhaskara (2011) menyampaikan bahwa ruang bermain ramah anak memiliki beberapa persyaratan, di antaranya adalah aman, sehat, selaras dengan lingkungan sekitar, nyaman, serta mudah diakses oleh semua anak-anak, termasuk anak-anak penyandang disabilitas.

Selain itu, Yuniastuti dan Hasibuan (2019) juga mengklaim bahwa ruang bermain harus memiliki fungsi edukatif guna melatih dan merangsang kemampuan psikomotorik, kognitif, dan afektif melalui berbagai wahana permainan yang dapat mendorong anak-anak berinteraksi secara langsung dengan lingkungan sekitarnya.

Melihat kondisi tersebut, tim pengabdi masyarakat dari Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia yang diketuai oleh Dr. Hayati Sari Hasibuan, S. T., M. T. berinisiatif membuat ruang bermain ramah anak di wilayah tersebut dengan konsep ruang baca bertemakan pesisir yang terintegrasi dengan kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).

Tema pesisir dihadirkan untuk menumbuhkan rasa kepekaan, kepedulian, dan kepemilikan anak-anak terhadap lingkungan tempat tinggalnya yang berupa ekosistem pesisir.

Hal tersebut adalah bagian dari visi misi kegiatan pengabdian ini. Visi misi ini juga perlu didukung dengan tumbuhnya minat anak-anak.

Penumbuhan minat dilakukan melalui kegiatan perlombaan yang dinilai dapat meningkatkan rasa keingintahuan, tingkat partisipasi, dan kecerdasan serta menumbuhkan dan membangun rasa percaya diri, sifat kreatif, inovativ, dan kemampuan kolaborasi.

Hal-hal tersebut dibutuhkan untuk melahirkan generasi pesisir yang dapat mengelola dan memberikan sumbangan inovasi bagi setiap permasalahan pesisir yang ada, khusunya di Kampung Nelayan, Muara Angke sebagai wilayah mitra.

Lokasi ruang baca sendiri berada di dalam Mushola Nursyubhan yang merupakan satu-satunya ruang komunal untuk kegiatan sosial warga di RT10/RW 22. Pemilihan lokasi dilatabelakangi oleh beberapa faktor, yaitu tidak adanya ruang open space dan close sapce yang dapat dimanfaatkan selain ruang dalam mushola.

Disisi lain untuk menumbuhkan rasa memiliki, menjaga serta memelihara lingkungan yang diselaraskan dengan pengetahuan Sekolah Ilmu Lingkungan dan Pusat Penelitian Sumberdaya Manusia Lingkungan Universitas Indonesia ( SIL PPSML UI ) bekerjasama dengan Unilever Indonesia Foundation mengadakan beberapa jenis kategori perlombaan diantaranya; mewarnai, story’ Telling dan menghafal Al-Qur’an. (Bell/RB).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *