Sebanyak 21 Orang Tenaga Penyuluh dan Guru Honorer Termia SK P3K

Belitung Timur, rakyatbicara.co.id – Sebanyak 21 orang tenaga penyuluh dan guru honorer di Kabupaten Belitung Timur menerima Surat Keputusan Pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Plh. Bupati Beltim Ikhwan Fachrozi menyerahkan SK secara simbolis kepada dua orang perwakilan di Ruang Rapat Bupati Beltim, Jum’at (19/02/2021).

Para penerima SK P3K terdiri dari 17 orang tenaga fungsional penyuluh pertanian dan empat orang fungsional guru. Sebelumnya mereka merupakan honorer atau tenaga kontrak (K2) yang lulus dalam seleksi Maret 2019 lalu.

Mayoritas P3K yang tertera dalam kontrak kerja selama 5 tahun. Sesuai Surat Perintah Menjalankan Tugas (SPMT), terhitung sejak 1 Februari 2021 hingga 31 Desember 2025.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Beltim Yuspian mengatakan, pengangkatan P3K ini merupakan program perdana di Kabupaten Beltim, bahkan yang pertama di Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung.

Prosesnya lumayan panjang sejak dua tahun lalu tepatnya Februari 2019 mereka tes. Kenapa terlambat karena peraturan teknisnya belum siap dari pemerintah pusat, jelas Yuspian.

Pada prinsipnya kesejahteraan P3K menurut Yuspian sama dengan PNS. Hanya saja mereka tidak memiliki pensiun dan jenjang jabatan karier, namun punya kelas jabatan. Untuk itu Dia menyarankan agar mereka ini termasuk ASN.

Jadi hanya dua yang diakui pegawai pemerintah yakni, PNS, dan P3K. Malah enaknya P3K ini bisa langsung menerima gaji full, kalau PNS kan ada CPNS yang menerima gaji hanya 80 persen, terang Yuspian.

Diakuinya sebenarnya ada 22 orang yang akan menerima SK pengangkatan, akan tetapi salah seorang tenaga penyuluh pertanian terlebih dulu meninggal dunia.

Yang bersangkutan sebenarnya sudah diusulkan namun meninggal dunia. Kalau untuk P3K gak ada penggantian, jadi tidak bisa digantikan,” ujar Yuspian. (ver/sm).

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *