Menu

BPBD Kabupaten Bogor Adakan Pelatihan Tanggap Bencana

  Dibaca : 92 kali
BPBD Kabupaten Bogor Adakan Pelatihan Tanggap Bencana

Bogor, rakyatbicara.co.id – Bertempat di hotel Grand Pesona Caringin, Bogor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor Adakan Giat Pelatihan atau Diklat dengan perogram Keluarga Tangguh Bencana, yang akan berlangsung selama tiga (3) hari, (29-31/03/2021 ) yang dimulai dan buka pada hari ini Senin 29/03/2021 Oleh Kepala Bidang ( Kabid ) Penanggulangan dan Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Bogor Dede Armansyah,ST.

Pada pembukaan pelatihan, Dede Armansyah menyampaikan, pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan terimakasih atas kehadiran ibu – ibu semua pada kegiatan kita hari ini yaitu dengan tema “Keluarga Tangguh Bencana” kenapa kita lebih menekankan pada ibu atau

perempuan, karena sesuai dengan beberapa kejadian bencana alam yang sifatnya mendadak lebih rentan bahkan sering menjadi korban dibandingkan laki-laki.

Selain beberapa faktor, perempuan atau ibu-ibu secara naluriah lebih ingin menyelamatkan angggota keluarganya, seperti dibeberapa kejadian bencana longsor atau gempa bumi. ibu- ibu atau perempuan yang sesungguhnya bisa menyelamatkan diri sendiri namun karena mengingat ada anak dan anggota keluarga yang lain cenderung untuk kembali tanpa menghiraukan keselamatan dirinya sendiri.

Dede juga menambahkan, bencana yang terjadi pada malam hari, namaun terutama pada siang hari di karnakan para laki-laki bisanya lebih siaga, karena tidak berada ditempat ( rumah ) karena sedang bekerja atau kegiatan lainnya, lain halnya dengan ibu -ibu atau perempuan yang biasanya selalu ada dirumah yang memang tidak dalam keadaan siaga.

ini lah alasan mengapa data menunjukkan bahwa perempuan lebih banyak menjadi korban. Seperti dibeberapa bencana 50% korbannya adalah kaum perempuan, diluar negeri lebih dari 70%, nah itulah sebagai tolak ukur mengapa kami ( BPBD ) mengadakan pelatihan.

Karena kami inginkan, agar perempuan lebih siap dan membentuk kesiap siagaan perempuan dalam menghadapi bencana, Terang Dede.

Satu hal lagi yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah kejadian bencana dijepang pada tahun 85an gempa Bogor yang banyak menelan korban, namun ternyata 34 % mereka yang selamat karena mereka memiliki kemampuan dalam menghadapi bencana. Memang bencana tidak bisa kita hindari tapi banyak jatuhnya korban dapat kita hindari.

Itulah sekali lagi saya sampaikan kenapa ibu-ibu sangat kita libatkan disini, karenanya ibu -ibu lebih efektif dalam mentransfer ilmu yang nantinya bisa memberikan penjelasan kepada anaknya, tetangga serta lingkungan komunitas bagaimana cara serta tindakan dalam menghadapi bencana.

Untuk itu, yang lebih rentan lagi pada saat dalam pengungsian.para perempuan lebih rentan mengalami pelecehan oleh karena itu kita sangat butuh ibu-ibu sebagai relawan terdepan yang lebih tau kondisi disekitarnya, menjadi penyelamat, penolong pertama baik saat evakuasi ataupun diposko pengungsian.

Dan satu lagi yang tak kalah penting adalah dimana seorang ibu atau perempuan dimana pasca bencana atau pada saat di pengungsian dimana terjadinya dampak trauma, disitu seorang ibu atau perempuan bisa menjadi petugas pertama yang memberikan trauma healing seperti bencana gunung mas beberapa waktu yang lalu dimana korbannya kaum perempuan dan anak-anak yang amat terdampak secara fisikisnya,” tambah Dede Armansyah.

Pada kesempatan ini Dede Armansyah menyampaikan pada rakyatbicara.co.id, kita mengadakan kegiatan seperti ini karena pengalaman bencana – bencana yang lalu yang kita alami dimana kita bersama TNI-Polri tidak mampu menghendel atau menangani bencana yang tejadi dalam waktu hampir bersamaan diberbagai tempat, oleh karenanya kita sangat butuh tenaga relawan dlsamping itu juga relawan sangat antusias sekali dengan kegiatan ini, karena itu kita harapkan relawan terlibat langsung sesuai dengan keahliannya di bidang masing-masing.

Untukk itu kita berikan berbagai materi pelatihan diantaranya, water resque, vertical resque, pertolongan pertama dan evakuasi, manajemen posko dan keluarga tangguh bencana, kegiatan pelatihan kita kali melibatkan sekitar 600 orang relawan atau personil. (RB).

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!




Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional