Pak Ogah’ Menguasai JR Jak-Ut, Diduga Aman Dari Aparat

Jakarta, rakyatbicara.co.id– Terlihat maraknya Pak ogah yang meminta sejumlah uang kepada setiap pengendara terutama mobil boks, truk dan kontainer yang melintas pada beberapa ruas jalan.
Pantauan di lapangan adanya para pak ogah yang telah berada di sepanjang, Jalan Raya (JR) Kebon Baru Semper, Barat Simpang Lima Semper Koja, Jalan Raya Cacing, Jalan Raya Sunter, dan Jalan Arteri Marunda.
Keberadaan para tukang parkir jalan atau lebih di kenal pak ogah dikeluhkan warga. Pasalnya, selain meminta. bahkan diduga memaksa kepada para pengedara untuk memberikan uang serta keberadaan mereka pun dapat menimbulkan kemacetan dan keselamatan sendiri.
Salah satu pengendara, ujang 43 thn, seorang sopir kontainer juga mengaku sangat resah dengan keberadaan mereka. Sebab banyaknya Pak Ogah ini bukan membuat arus lalulintas lancar tapi malah macet, ucap ujang kepada rakyatbicara.co.id.
“Mereka itu rata-rata anak-anak di bawah umur, meminta uang dengan cara bergerombol. Keberadaan mereka sudah lama tapi sampai sekarang belum tuntas untuk di tertibkan, sehingga masih terlihat bebas di jalan,” terangnya.
“Kepada Bapak polisi, maupun Dishub dan Satpol PP jakut serta jajarannya, Kasudin Sosial Jakarta Utara dan jajarannya. Mohon dapat menertipkan para pak ogah yang kerap meresahkan ini, karena sangat mengganggu pengguna jalan baik pengendara maupun pejalan kaki, terutama pada karyawan atau karyawati yang pulang malam hari karena bisa juga rawan pemalakan dan bahkan penjambretan, kata ujang 34, Warga Kebon Baru, Semper Barat Jakarta Utara.
Bukan hanya itu, situasi macet yang ada di sepanjang jalan cacing sangat diresahkan para pengendara. Sebab pak ogah bukan cuma meminta-minta kepada para pengendara terutama truk, kontainer dan mobil bok dan juga diduga mereka tidak segan-segan memaksanya untuk mendapatkan, Kamis (18/03/2021).
Untuk itu, pengendara dan masyarakat yang melintas di sekitar lokasi berharap kepada aparat terkait dapat menertibkan Para juru parkir alias pak ogah tersebut.
Sebab keberadaan para juru parkir selain meresahkan juga dapat menimbulkan kriminalitas di jalan menjadi tidak nyaman terutama pagi dan sore hari. apa lagi menjelang malam selalu banyak dan rata-rata anak-anak di bawah umur. (wbo).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *