Menu

Jelang Ramadhan, Diduga Aman Dari Aparat Tempat Hiburan Cafe Prostitusi Cilincing Masih Beroperasi

  Dibaca : 29 kali
Jelang Ramadhan, Diduga Aman Dari Aparat Tempat Hiburan Cafe Prostitusi Cilincing Masih Beroperasi

Jakarta, rakyatbicara.co.id – Marah cafe-cafe tempat hiburan masih terlihat di wilayah yang biasa disebut, di Jalan Kali Cakung Grand Cilincing Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Pantauan di lokasi terhitung masih berdiri belasan cafe remang-remang di sebagian Jalan Cakung Drainase Cilincing. Terlihat kojem cilincing masing banyak tempat-tempat cafe beroperasi pada malam dan masih beroperasi.

Terdapat banyaknya cafe-cafe ataupun bangunan diduga adanya tempat hiburan malam yang masih beroperasi pada malam hari. Bahwa penyusuran sebagian bangunan tersebut, telah berdiri di bantaran kali yang tentunya melanggar aturan pendirian bangunan. “Di cafe-cafe situ masih ada (prostitusi). Nanti kalau udah malam di sini banyak perempuan yang mangkal,” kata seorang pemilik warung yang biasa dipanggil Bu Yanti saat ditemui di lokasi, Sabtu Malam (03/04/2021).

Warga cilincing yang tidak mau disebut namanya, mengaku resah dan meminta aparat pemerintah kota administrasi jakarta utara untuk mengambil langkah tegas. Selain menutup kawasan prostitusi Boker, warga juga meminta agar puluhan panti pijat tradisional yang disinyalir menjadi bisnis seks terselubung ikut ditertibkan.

Dia juga mengatakan sudah tidak ingat sejak kapan praktik prostitusi di daerah tersebut berlangsung, karena menurutnya hal itu sudah lama berlangsung. Kendati demikian dia menuturkan, cafe-cafe tersebut tidak memiliki ruangan untuk praktik prostitusi, sehingga lokasi itu hanya menjadi tempat untuk mencari wanita malam untuk di bawa ke losmen atau penginapan di tempat berbeda.

Penuturan serupa disampaikan Samsudin seorang warga jakarta utara yang mengatakan, terlihat banyak PSK yang kerap mangkal di kawasan kali Cakung Grand Cilincing Kojem“Iya. Karna banyak perempuan malam yang sering mangkal di kawasan kali cakung gren rawah malang, tuturnya.

Selain cafe remang-remang, di sebagian besar jalan kali cakung drainase di cilincing, juga dijadikan tempat lapak pengumpul usaha sampah plastik dan pembuatan arang batok kelapa. Kombinasi hal tersebut membuat jalan cakung drainase yang merupakan jalan alternatif untuk menuju cilincing menjadi kumuh dan tidak sedap dipandang.

Apa lagi sejumlah bangunan yang berdiri di sepanjang bantaran kali sudah pasti menyalahi aturan. Sejatinya bantaran kali tidak boleh digunakan untuk bangunan karena sudah tentu akan mengganggu pada aliran air di kali. (Red/TIM).

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!




Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional