Menu

Pengawasan Dan Pengendalian PSBB Melemah 

  Dibaca : 32 kali
Pengawasan Dan Pengendalian PSBB Melemah 

Jakarta, rakyatbicara.co.id – Berdasarkan pemantauan yang dilakukan rakyatbicara.co id, Akhir-akhir ini masyarakat sudah mulai mengabaikan Prokes Covid.19, terutama dikalangan PKL, yang bisa menimbulkan cluster-claster baru Covid.19, dibeberapa tempat di jakarta utara. terlihat para pedagang dan pembeli yang sudah mengabaikan Prokes, karena lemahnya pengawasan dan pengendalian dari instansi terkait.

Hal tersebut sangat disayangkan, karena bisa akan terjadinya pada meningkatnya kembali gejala wabah Covid.19 yang sangat menakutkan umat manusia tersebut.

Pasalnya berdasarkan pantauan beberapa hari terakhir khususnya menjelang pukul 16.00-17.30 WIB. PKL di sejumlah sudut pinggir jalan, sambil menjajakan jualan takjil maupun lauk berbuka puasa dengan tidak mengindahkan aturan PSBB yakni banyak penjual maupun pembeli tidak menggunakan masker.

Apalagi terlihat adanya pembiaran berdirinya lapak-lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di sejumlah akses jalan di Jakarta Utara berdampak kesemerawutan dan pemicu terjadinya kemacetan.

Seperti terlihat di Jalan Kebon Bawang Priuk Jalan Kramat Jaya Tugu, Simpang Lima Semper, Jalan Raya Kapuk Muara (jembatan DHI), Jalan Warakas, Jalan Buleverd Gading Raya (BGR) Gading Barat dan Jalan Sungai Landak. Cilincing di jalan budi kemulyan pedemangan barat. Pembiaran ini justru dimanfaatkan PKL-PKL baru untuk berdiri.

Ada dua warga yang melintas dikawasan tersebut dan tidak mau dumuat namanya menyampaikan, kepada wartawan rakyatbicara.co.id, kok hal ini kalau dibiarkan bisa-bisa marak lagi penyakit Covid.19 di jakarta “sambil menggerutu” dimana pengawasan instansi terkait ya, jangan hanya menyalahkan warga saja.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, Arifin menyebutkan, pada PSBB di DKI Jakarta ini pihaknya belum bisa menindak tegas PKL yang masih belum mematuhi PSBB.

Satpol PP wilayah harus pro aktif dan tegas melakukan pengawasan dan edukasi kepada pedagang yang memanfaatkan ruang publik yang menimbulkan ganggunan ketertiban umum ditengah pandemi covid harus mematuhi prokes untuk keselamatan bersama.

“Kita sejauh ini baru pendataan terhadap mereka, dan memberikan mereka masker untuk dikenakan selama berjualan. Apabila mereka masih membandel tidak menggunakan masker dan tidak mematuhi aturan PSBB baru kita bubarkan,” kata Arifin.

Ia mengungkapkan, meski dapat dibubarkan apabila PKL berjualan di tempat tidak sesuai peraturan seperti di badan jalan maupun trotoar dengan lebar sempit.

“Pembeli dan penjual harus sama-sama mematuhi peraturan. Jika warganya tidak menaati PSBB juga kita akan bubarkan kerumunan tersebut. Jika masih membandel kita kenakan tipiring (tindak pidana ringan),” tambah Arifin. (Red).

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!




Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional