Menu

LBH Lentera Aperesiasi Perbaikan Makna ‘Perempuan” di KBBI

  Dibaca : 30 kali
LBH Lentera Aperesiasi Perbaikan Makna ‘Perempuan” di KBBI

Jakarta, rakyatbicara.co.id – LBH Lentera Keadilan Rakyat mengapresiasi perubahan Kata “Perempuan” dalam KBBI. pada edisi 5 tahun 2016 KBBI kata perempuan adalah :

perempuan/pe•rem•pu•an/ n 1 orang (manusia): yang mempunyai vagina, dapat menstruasi, hamil, melahirkan anak, dan menyusui; wanita; 2 istri; bini: — nya sedang hamil; 3 betina (khusus untuk hewan);bunyi — di air, pb ramai (gaduh sekali);– geladak pelacur; — jahat 1 perempuan yang buruk kelakuannya (suka menipu dsb); 2 perempuan nakal;– jalanan pelacur;– jalang 1 perempuan yang nakal dan liar yang suka melacurkan diri; 2 pelacur; wanita tuna susila;– jangak perempuan cabul (buruk kelakuannya);– lacur pelacur; wanita tuna susila;– lecah pelacur;– nakal perempuan (wanita) tunasusila; pelacur; sundal;– simpanan istri gelap; pada situs kbbi.kemdikbud.go.id yang diakses 3 Februari 2020, arti kata ‘perempuan’ ditulis sebagai berikut:

1. n orang (manusia) yang mempunyai vagina, dapat menstruasi, hamil, melahirkan anak, dan menyusui; wanita.
2. n istri; bini: –nya sedang hamil.
3. n betina (khusus untuk hewan).

Sementara pada situs KBBI.web.id, arti kata perempuan adalah sebagai berikut:

orang (manusia) yang mempunyai puki, dapat menstruasi, hamil, melahirkan anak, dan menyusui; wanita; 2 istri; bini: — nya sedang hamil;

3 betina (khusus untuk hewan); bunyi — di air, pb ramai (gaduh sekali); — geladak pelacur;

— jahat 1 perempuan yang buruk kelakuannya (suka menipu dan sebagainya); 2 perempuan nakal; — jalan pelacur; — jalang 1 perempuan yang nakal dan liar yang suka melacurkan diri;

2 pelacur; wanita tuna susila; — jangak perempuan cabul (buruk kelakuannya); — lacur pelacur; wanita tuna susila; — lecah pelacur; — nakal perempuan (wanita) tuna susila; pelacur; sundal; — simpanan istri gelap

Wakil Direktur LBH Lentera Keadilan Rakyat Praicy tania tewu mengatakan kami dari awal sudah terus berusaha membangkitkan kesadaran terkait polemik yang terjadi ini sejak Febuari 2021 melalui series webinarnya yang diadakan setiap bulan, dengan membuka ruang diskusi tidak terbatas pada aktivis, namun juga dari perspektif hukum, leksikograf, Jurnalis, Seniman, hingga politisi.

“Walau pembahasannya mengenai kata “perempuan” dalam KBBI, pembicara tidak tertutup hanya untuk perempuan, namun juga terbuka untuk laki-lai. LBH LKRA percaya bahwa masalah yang dihadapi oleh perempuan Indonesia, harus diperjangkan tidak hanya oleh perempuan, namun oleh seluruh masyarakat, karena ini adalah masalah kemanusiaan,” jelas Praicy Tania Tewu yang saat ini sedang mengambil Magister Hukum UKI dalam keterangannya.

Webinar ini adalah rangkaian reaksi terhadap kata perempuan dalam KBBI, baik dari perspektif aktivis, namun juga dari perspektif hukum, leksikograf, Jurnalis, Seniman, hingga politisi” Akhirnya ada perubahan per 1 Mei kemarin di KBBI versi daring, pungkasnya/ (Prln).

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!




Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional