Menu

Marah Parkir liar Di Pantai Marunda Cilincing Pengunjung Harus Bayar Rp 30 Ribu 

  Dibaca : 27 kali
Marah Parkir liar Di Pantai Marunda Cilincing Pengunjung Harus Bayar Rp 30 Ribu 

Jakarta, rakyatbicara.co.id – Keberadaan sekelompok pemuda meresahkan warga dengan meminta pungutan liar (Pungli) sebesar Rp 30 Rb, di pintu masuk Pantai Marunda atau lebih tepatnya di pintu masuk pantai marunda, Cilincing, Jakarta Utara.

Mendengar hal itu, Walikota Jakarta Utara Ali Mulana langsung memerintahkan semua jajarannya untuk menertibkan kelompok tersebut. Bahkan, Ali tak segan-segan mengancam akan melaporkan kelompok tersebut ke pihak berwajib.

“Mereka sudah sering ditertibkan, karena mereka tidak sekali atau dua kali melakukan itu. Tapi, ketika ditertibkan akan hilang, tapi setelah tidak ada petugas akan muncul lagi. Ya jadi harus kuat-kuatan antara Satpol PP dengan mereka. Bila hingga tiga kali ditangkap, kami akan bawa mereka ke ranah hukum,” Ujar Ali kepada wartawan, Minggu (16/05/2021).

Kendati demikian, tutur Ali saat ini penjagaan kawasan di Pantai Marunda memang belum ada. Namun dirinya mengklaim pihaknya akan melakukan koordinasi kepada RT/RW, Lurah, dan Camat untuk menjaga kawasan pantai publik tersebut agar terbebas dari pungli.

“Kami sudah sering mendapatkan laporan tersebut. Mereka sering meminta pungli pada saat hari libur. Tapi, keberadaannya meresahkan dan merugikan masyarakat karena pengunjung menjadi sepi. Untuk itu kami akan siapkan sejumlah Satpol PP untuk berjaga-jaga di lokasi itu,” tuturnya.

Sementara Sumarno (40), warga RT 05/16, Harapan Jaya, Bekasi, mengakui keberatan setiap masuk ke Pantai Marunda selalu dipungut biaya karcis seharga sebesar Rp 30 Rb. Sebab, sebelumnya memang pantai ini masuknya gratis.

“Dulu enggak pernah dimintain uang seperti ini, tapi sekarang sudah diminta Rp 30 Rb setiap masuk pantai. Biasanya mereka meminta pada saat liburan kaya gini, karena pengunjungnya ramai. Kalau hari biasanya malah enggak ada parkir,” kata Sumio, ketika berlibur bersama keluarganya di Pantai Marunda.

“Menurut sumio juga, Mereka hanya meminta uang masuk saja, tanpa menjaga motor di dalam serta tidak tertera di karcis ada jaminan atau asuransi di kemudian apa bila ada kehilangan mtr roda dua. Kalau tukang parkir mungkin bisa saya maklumi, tapi kalau ini mereka hanya meminta uang saja tanpa bekerja. Ya kalau dikali seratus motor setiap hari, bisa dapat banyak mereka. Saya harap mereka bisa ditertibkan, agar para pengunjung pantai merasa nyaman,” keluhnya.

Pantauan rakyatbicara.co.id di depan pintu masuk Pantai Pesisir Marunda, Cilincing, terlihat sejumlah pemuda berjumlah sekira tujuh orang meminta kepada setiap pengunjung yang membawa kendaraan sepeda motor maupun mobil sebesar Rp 30 Rb Mereka menukarnya dengan sebuah karcis yang bertuliskan “Karcis masuk Pantai Indah Marunda, Marunda Kepu RT 08 RW 07, Cilincing, Jakarta Utara. Motor/Mobil (berlaku untuk 1 kali masuk) Rp 30 RB”.

Karcis tersebut merupakan kertas foto copy berwarna putih berukuran kurang lebih 8cmx10cm. Bahkan, di kertas tersebut tertera stempel Karang Taruna Kp Marunda RT 08 RW 07, Jakarta Utara. Ironisnya, di sepanjang KBT itu tidak ada seorang petugas Satpol PP pun yang berjaga-jaga. Padahal biasanya, Satpol PP disiagakan untuk mensterilisasi KBT. (Red/tm).

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!




Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional