Menu

Operasi Yustisi, Dalam Tindakan Persuasif dan Teguran Masih Cukup Efektif

  Dibaca : 48 kali
Operasi Yustisi, Dalam Tindakan Persuasif dan Teguran Masih Cukup Efektif

Belitung Timur, rakyatbicara.co.id – Kegiatan Operasi Yustisi Gabungan Penegakan Protokol Kesehatan kembali rutin menyasar warga dan tempat keramaian di Kecamatan Manggar, Rabu (05/05/2021) Malam.

Kegiatan ini merupakan yang ke 5 dilaksanakan tim gabungan di tahun 2021 ini. Para Petugas gabungan dari unsur Pemkab Beltim maupun TNI dan Linmas menyisir pelaku usaha pusat perbelanjaan, rumah makan, Cafe, Warkop dan pengunjung.

Dalam kegiatan operasi yustisi tersebut, setidaknya ada 15 tempat keramaian yang didatangi.

Operasi ini, sebanyak 64 orang pelanggar kedapatan tidak menggunakan masker dan yang tidak menggunakan masker dikenakan sanksi teguran.

Kepala Satpol PP Kabupaten Beltim Zikril mengatakan, tindakan persuasif ataupun sanksi teguran masih cukup efektif untuk membuat pelanggar jera. Dengan adanya teguran kepada warga yang tidak mematuhi, mereka akan malu dan sadar sendiri untuk selalu memakai masker saat berada di tempat umum.

Kita ini menghadapi orang, oleh sebab itu harus dengan tindakan persuasif. Kita menghimbau mereka secara baik-baik agar merubah perilakunya. Kalau kita melakukan ini secara rutin,maka lama kelamaan orang akan sadar, kata Zikril.

Namun dengan adanya rencana Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menerapkan Peraturan Daerah yang mengatur sanksi berupa denda, Zikril mengatakan akan segera menindaklanjuti. Karena menurutnya Penerapan Perda harus berkoordinasi dengan kejaksaan.

Penyidik PPNS kita, Kasi Opsdal Tibum sudah saya perintahkan besok segera berkoordinasi teknis dengan Koordinator Penegakan Hukum di Daerah dalam hal ini Kejaksaan Negeri Beltim melalui Kasi Pidum Kejari Beltim tentang teknis Pemberlakuan Sanksi Denda dan Pidananya terhadap pelanggaran Prokes berdasarkan Perda Provinsi Kepualuan Babel ini, ujar Zikril.

Saat ini menurutnya, Peraturan Bupati Beltim Nomor 44 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan masih cukup kuat sebagai dasar aturan.

Kalau memang sudah dianggap mendesak situasi dan kondisinya, ya kita terapkan sekalian dasar hukum Perbup 44 Tahun 2020 yang kita laksanakan saat ini, uharnya. (@2/sm).

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!




Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional