Menu

Atlit Sepakbola Akan Berkompetisi Tapi Tiada Yang Mau Perduli

  Dibaca : 75 kali
Atlit Sepakbola Akan Berkompetisi Tapi Tiada Yang Mau Perduli

Lampung Timur, rakyatbicar.co.id – Reno Wahyu Adi Firmansyah (12) merupakan seorang peserta didik atau siswa di Sekolah Sepak Bola Daarul Foot Ball (DFB) Kota Gajah Kabupaten Lampung Tengah.

Rencananya, ia akan ikut kompetisi sepakbola DCT 12-2009 Nasional Bali yang nanti akan diselenggarakan pada tanggal, 20 – 22 Juni 2021 mendatang.

Untuk itu, Antoni Edi Waluyo warga Desa Muara Jaya Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur menggalang uang saku untuk Reno anak bungsunya dan berikut ke 12 orang teman-temannya selama di Bali.

Namun, Ketua PSSI Kabupaten Lampung Timur tidak berkenan memberi uang saku berikut menyampaikan proposal ke Bupati Kabupaten Lampung Timur.

Alasannya, Reno bukan atlet binaan PSSI Kabupaten Lampung Timur, sedangkan proposal atlet binaannya saja yang akan berlaga pada Sabtu, 12 Juni 2021 belum dapat dicairkan.

“(Atlet sepakbola) dari Lampung Timur, yang resmi sekolah sepakbola di Pugung, itu aja ngajuin (Proposal) sama Bupati (Kabupaten Lampung Timur) belum bisa cair, sudah mau berangkat besok hari Sabtu (tanggal, 12 Juni 2021), itu ya Nasional juga,” tutur Makali pada Rabu, 9 Juni 2021 sekitar jam 10.00 WIB dikediamannya.

“Mungkin belum waktunya dicairkan, tapi kalau yang itu, yang Lampung Timur ini, itu (biaya) bukan (urusan) Lampung Timur, (tapi) Propinsi, ya seharusnya proposalnya minta bantuan ke Propinsi, soalnya mewakili Propinsi Lampung, tapi cuma klubnya yang terbaik diambil dari Lampung Timur,” kata Ketua PSSI Kabupaten Lampung Timur itu.

Sebelumnya, Merah Juansah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lampung Timur menganjurkan agar perihal tersebut dikoordinasikan kepada Makali Ketua PSSI Kabupaten Lampung Timur.

“Coba ke PSSI, Saya kurang paham krn itu pengurus baru,” kata Merah pada Rabu, 8 Mei 2021 jam 11.45 WIB.

Antoni orangtua Reno kecewa terhadap Ketua PSSI Kabupaten Lampung Timur yang tidak memiliki kepedulian atas biaya uang saku anaknya.

“Kita juga kirim orang yang mau berangkat kesana itu, ya nanti dibagi semua, misalkan dikasih 5 juta, ya untuk anak-anak yang berangkat kesana 13 orang, itu yang nikmati, bukan orang satu bukan,” ungkap Antoni.

Tak berlebihan, proposal permohonan bantuan dana tersebut hanya sebatas meminta uang saku untuk bekal anaknya dan kedua belas temannya.

“Untuk tambah sangu lah, sangunya kan belum ada, ya seandainya nanti, nggak dapat uluran tangan dari Pejabat Lampung Timur ya nggak apa-apa, intinya nggak apa-apa, tapi apa nggak kecewa kitanya itu,” papar mantan Sekretaris Desa Muara Jaya itu.

Meskipun anaknya bukan atlet sepakbola binaan PSSI ataupun sekolah sepakbola di Kabupaten Lampung Timur setidaknya ada kebijaksanaan atas prestasi anaknya.

“(Ada) kebijakan lah, (walaupun nggak sekolah sepakbola) di Lampung Timur, (setidaknya) mewakili bahwa anak Lampung Timur ada yang nonjol, yang ngangkat Lampung Timur murni ada,” jelas sang ayah dari 5 bersaudara itu.

“Sebenarnya anak-anak di sini banyak, seandainya Lampung Timur ini mau merekrut bisa juga, disini ada 4 anak yang seusia itu yang bisa, Alhamdulillah kemaren, dari keempat anak itu yang dipilih Reno,” ujarnya.

“(Jika ada bantuan itupun) seandainya iklas, ya seandainya nggak iklas ya nggak apa-apa, monggo-monggo aja, nanti proposal ini kita kembalikan lagi kesana ke Lampung Tengah, ya Alhamdulillah Lampung Timur nggak ada, nah…nanti apa adanya saya ngomong,” ucapnya.

“Misalkan dari sini ada, ini pak jumlahnya ada 5 juta ya serahin nah ini dari Lampung Timur pak kita dibantu, apa 500 ya monggo, kok kebangetan nggak ada, ini juga nanti saya membantu, nggak ketang 500 tak kasih anak-anak,” ketusnya.

“Maksud saya itu, tambah-tambah lah mereka, ya masak ya blas nggak ada jajan, walaupun di sana itu semua sudah ditanggung, masalahnya seusai itu, nanti ditanya sama temen-temennya,” tuturnya.

“Apa oleh-oleh dari Bali, cinderamatanya apa, oh nggak ada, saya nggak ada duit, apa nggak ketang gelang, biar dikasih nanti temen-temennya seusia mereka, nah ini, biar giat lagi mereka,” urainya.

Antoni merasa kecewa disebabkan tidak ada kepedulian dari pejabat Kabupaten Lampung Timur.

“Ya agak kecewa juga, ya kecewalah, masalahnya biar saya nutupin disana, masak di Lampung Timur kok nggak ada sama sekali, ya tetap saya kembalikan (Proposal) ini kesana,” tutupnya.

Menurut Panca mantan Pengurus PSSI Kabupaten Lampung Timur, dana untuk Reno bisa ditalangi dana pembinaan atlet, sebagai bentuk kepedulian meski Reno bukan atlet binaan PSSI atau tidak sekolah sepakbola dalam wilayah Kabupaten Lampung Timur.

“Sebenernya, kalau mau bisa ditalangi dulu dari dana pembinaan, sebelum dana hibah dari Pemda turun, walaupun bukan atlet binaan PSSI Lampung Timur atau tidak sekolah sepakbola di Lampung Timur, tapi itu bentuk kepedulian,” tegas Panca pada Kamis, 9 Juni 2021 pukul 12.06 WIB.

Reno adalah anak ke 5 dari 5 bersaudara putra Antoni Edi Waluyo (61) dan Sri Ningsih (58) warga Desa Maura Jaya Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur.

Selain menjadi siswa sekolah sepakbola daarul foot ball tersebut, juga tercatat sebagai seorang siswa kelas VI SDN 1 Muara Jaya Kecamatan Sukadana. (RK).

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional