Menu

Data Pasien Probabel Dan Terkonfirmasi Di RSUD Ciawi Berikut Penjelasannya

  Dibaca : 60 kali
Data Pasien Probabel Dan Terkonfirmasi Di RSUD Ciawi Berikut Penjelasannya

Bogor, rakyatbicara co.id – Tingginya peningkatan jumlah pasien di seluruh rumah sakit baik itu rumah sakit pemerintah dan swasta, para petugas terus berusaha dalam penangan pasien Covid-19 mulai dari sedang, menengah hingga berat untuk melakukan pelayanan terbaiknya.

Semntara itu menurut keterangan Direktur RSUD Ciawi Dr. M Tsani Musyafa, SpOT, M. Kes., Hingga tanggal 25 Juni 2021, total pasien covid yang kami rawat baik yang probabel maupun yang terkonfirmasi positif adalah sejumlah 5128 pasien, terdiri dari pasien maupun pegawai kami sendiri.

Kemudian untuk pasien yang meninggal dunia sebanyak 277 orang termasuk dalam hal ini adalah 1 orang perawat RS, dan yang sudah sembuh adalah sisanya yaitu 4851 orang.

Untuk per tanggal 25 Juni ini pasien yang kami rawat sebanyak 91 orang, yaitu tersebar pada ICU Covid 10 orang dan sisanya di IGD maupun di ruang isolasi.

Dr. M Tsani Musyafa Menjelaskan, ketersediaan pada bed untuk sementara ini sebanyak 95 bed, sehingga utilitas nya mencapai 96 persen, dan dalam waktu dekat kapasitas bed ini akan ditambah sebanyak 57 bed lagi, sehingga kapasitas akan menjadi 152 bed.

Namun saat ini masih terkendala kurangnya SDM, akibat dari terpaparnya petugas kami saat ini sebanyak 54 orang, sehingga otomatis mengurangi daya dukung kapasitas layanan covid di RSUD Ciawi, jelasnya Pada Sabtu (26/06/2021) siang.

Dengan demikian sejak mulai pandemi sampai sekarang total sudah 226 pegawai kami yang telah terpapar covid. Untuk menutupi kekurangan SDM ini kami telah membuka pendaftaran relawan yaitu perawat yang rencananya akan mulai bekerja secara resmi per 1 Juli 2021.

Kendala lain yang dijumpai adalah semakin terbatasnya obat-obatan untuk pasien covid, dikarenakan mulai langkanya dan tidak tersedianya di pasaran, dikarenakan bahan baku yang habis terkait pandemi global dunia.

Sehingga diperlukan kebijaksanaan penggunaan obat- obatan covid sesuai Surat Edaran Kementrian Kesehatan tentang penggunaan obat-obat covid ini.

Kemudian untuk menghindarkan rumah sakit menjadi pusat penularan, maka kami sudah mendirikan 2 tenda darurat yang digunakan untuk antisipasi lonjakan covid yang ke rumah sakit, imbuhnya.

Saat ini tenda tersebut difungsikan untuk tempat duduk bagi penunggu pasien yang sedang dirawat, baik di IGD maupun di Rawat Jalan.

Oleh karena adanya penaikan angka covid yang tinggi ini, Dr. M Tsani Musyafa menghimbau kepada seluruh masyarakat tidak ada jalan lain kecuali untuk terus berupaya bekerja keras mematuhi protokol kesehatan terutama yaitu 5 M yaitu Memakai Masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjaga imunitas dan Menghindari Kerumunan.

Budayakan untuk disiplin diri dan peduli lingkungan, saling mengingatkan pentingnya mematuhi protokol dengan baik, usaha semaksimal mungkin untuk dapat bertahan pada masa bencana covid 19 ini. (hdr).

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional