Menu

Kasus Covid-19 Melonjak Di Kabupaten Bogor, Agus Salim Himbau Protkes Jangan Kendor

  Dibaca : 86 kali
Kasus Covid-19 Melonjak Di Kabupaten Bogor, Agus Salim Himbau Protkes Jangan Kendor
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor H. Agus Salim Lc, (red).

Bogor, rakyatbicara.co.id – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor H. Agus Salim Lc mengatakan, Kondisi yang ada sekarang ini luar biasa, bahkan lebih tinggi dari sebelum-sebelumnya demikian juga kondisi masyarakat yang terpapar juga banyak yang gejala sedang, dan berat sehingga mereka membutuhkan pelayanan rumah sakit.

Diperlukan koordinasi antar rumah sakit, kami tahu beberapa rumah sakit juga sudah melakukan berbagai tindakan dan kebijakan baik itu terkait dengan penambahan kamar perawatan maupun ICU yang mesti segera di eksekusi dilapangan, termasuk juga mungkin nakes banyak yang tumbang dan harus kemudian merekrut atau mencari tenaga nakes dalam waktu sesegera mungkin sehingga tidak kolep terutama di pelayanan-pelayanan kesehatan, himbau Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Agus Salim pada saat memberikan keterangan kepada rakyatbicara.co.id melalui pesan WhatsApp Pada Jumat (25/06/2021).

Harapan kami untuk satgas covid kabupaten dan pemerintah daerah sigap, kami siap mensupport dan mendorong untuk menyiapkan segala kemungkinan bahkan kemungkinan terburuk, kemudian terus memantau perkembangan demi perkembangan untuk mensikapi dengan cepat. baik itu adalah ketersediaan tempat untuk perawatan, IGD, kebutuhan oksigen demikian juga dipastikan obat-obatan untuk mereka semuanya termasuk kemungkinan RS atau ruang isolasi darurat.

Sehingga tidak ada kesan gagap karena secara regulasi untuk memprioritaskan penanganan kesehatan ini sudah ada. baik itu dalam sisi kebijakan anggaran sekalipun, pemerintah terutama eksekutif juga diberi kuasa untuk itu, maka dari itu harus betul-betul sesigap dan secepat mungkin menangani ini.

Agus Salim juga menghimbau dalam hal ini, Dinkes kabupaten bogor dapat berkoordinasi dengan seluruh rumah sakit khususnya pada rumah sakit swasta agar dapat sinergi semuanya dan bisa dimaksimalkan pelayanan dan tidak mengandalkan RSUD saja.

Untuk masyarakat kabupaten Bogor kami harapkan terus waspada, tidak kendor protkesnya karena kondisi sekarang di lapangan jauh lebih cepat dan penularannya lebih luas. Untuk itu yang jelas kita harus sama-sama saling support jangan ada yang saling menyalahkan tapi saling mendorong mengingatkan, kemudian mensikapinya dengan cepat, baik eksekutif juga legislatif siap untuk kemudian sinergi untuk melayani masyarakat dan memastikan mereka kemudian tertangani dengan baik pada masa pandemi dalam semua aspek nya, tutupnya.

Sementara itu menurut keterangan Direktur RSUD Ciawi Dr. M Tsani Musyafa, SpOT, M. Kes., Hingga tanggal 25 Juni 2021, total pasien covid yang kami rawat baik yang probabel maupun yang terkonfirmasi positif adalah sejumlah 5128 pasien, terdiri dari pasien maupun pegawai kami sendiri. Kemudian untuk pasien yang meninggal dunia sebanyak 277 orang termasuk dalam hal ini adalah 1 orang perawat RS, dan yang sudah sembuh adalah sisanya yaitu 4851 orang.

Untuk per tanggal 25 Juni ini pasien yang kami rawat sebanyak 91 orang, yaitu tersebar pada ICU Covid 10 orang dan sisanya di IGD maupun di ruang isolasi.

Dr. M Tsani Musyafa Menjelaskan, ketersediaan pada bed untuk sementara ini sebanyak 95 bed, sehingga utilitas nya mencapai 96 persen, dan dalam waktu dekat kapasitas bed ini akan ditambah sebanyak 57 bed lagi, sehingga kapasitas akan menjadi 152 bed. Namun saat ini masih terkendala kurangnya SDM, akibat dari terpaparnya petugas kami saat ini sebanyak 54 orang, sehingga otomatis mengurangi daya dukung kapasitas layanan covid di RSUD Ciawi, jelasnya Pada Sabtu (26/06/2021) siang.

Dengan demikian sejak mulai pandemi sampai sekarang total sudah 226 pegawai kami yang telah terpapar covid. Untuk menutupi kekurangan SDM ini kami telah membuka pendaftaran relawan yaitu perawat yang rencananya akan mulai bekerja secara resmi per 1 Juli 2021.

Kendala lain yang dijumpai adalah semakin terbatasnya obat-obatan untuk pasien covid, dikarenakan mulai langkanya dan tidak tersedianya di pasaran, dikarenakan bahan baku yang habis terkait pandemi global dunia.

Sehingga diperlukan kebijaksanaan penggunaan obat- obatan covid sesuai Surat Edaran Kementrian Kesehatan tentang penggunaan obat-obat covid ini.

Kemudian untuk menghindarkan rumah sakit menjadi pusat penularan, maka kami sudah mendirikan 2 tenda darurat yang digunakan untuk antisipasi lonjakan covid yang ke rumah sakit, imbuhnya.

Disamping itu saat ini tenda tersebut difungsikan untuk tempat duduk bagi penunggu pasien yang sedang dirawat, baik di IGD maupun di Rawat Jalan.

Oleh karena adanya penaikan angka covid yang tinggi ini, Dr. M Tsani Musyafa menghimbau kepada seluruh masyarakat tidak ada jalan lain kecuali untuk terus berupaya bekerja keras mematuhi protokol kesehatan terutama yaitu 5 M yaitu Memakai Masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjaga imunitas dan Menghindari Kerumunan.

Budayakan untuk disiplin diri dan peduli lingkungan, saling mengingatkan pentingnya mematuhi protokol dengan baik, sehingga seiring dengan doa yang selalu kita panjatkan yaitu usaha semaksimal mungkin untuk dapat bertahan pada masa bencana covid 19 ini. (hdr).

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional