Menu

Praktik Prostitusi Kawasan Rawah Malang Cakung Gren Cilincing Tak Tersentuh Aparat

  Dibaca : 35 kali
Praktik Prostitusi Kawasan Rawah Malang Cakung Gren Cilincing Tak Tersentuh Aparat

Jakarta, rakyatbicara.co.id – Kegiatan Praktik prostitusi terbuka masih terjadi kawasan yang biasa disebut Rawah Malang, Kali Cakung Drainase, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Berdasarkan Pantauan di lokasi terhitung masih berdiri belasan kafe remang-remang Rawah Malang di sebagian Kali Cakung Drainase. Sebagian bangunan tersebut berdiri di bantaran kali yang tentunya melanggar aturan pendirian bangunan, Selasa, (29/06/2021).

Menurut keterangan warga sekitar Bu Rudi menceritakan kegiatan prostitusi mulai dari jam beroprasinya para wanita yang mangkal di depan cafe-cafe saat malam hari.

“Di cafe-cafe situ masih ada (prostitusi). Nanti kalau udah malam di sini banyak perempuan yang mangkal,” kata seorang pemilik warung yang biasa dipanggil Bu Rudi saat ditemui di lokasi.

Menurutnya sudah tidak ingat sejak kapan praktik prostitusi di daerah tersebut berlangsung, karena menurutnya hal itu sudah lama berlangsung.

Meski demikian dia menuturkan cafe-cafe tersebut tidak memiliki ruangan untuk praktik prostitusi, sehingga lokasi itu hanya menjadi tempat untuk mencari wanita malam untuk di bawa ke losmen atau penginapan di tempat berbeda.

Penuturan serupa disampaikan Safitri, seorang warga Jakarta Utara yang mengatakan banyak PSK yang kerap mangkal di Rawah Malang Cilincing.dan Kali Cakung gren Cilincing

“Iya, banyak yang perempuan malam yang sering mangkal di kawasan Rawah Malang Koljem,” Kali Cakung Gren Cilincing tuturnya.

Selain cafe remang-remang, di sebagian besar Jalan Cakung Drainase di Cilincing.juga dijadikan lapak pengumpul sampah plastik dan pembuatan arang batok kelapa.

Kombinasi hal tersebut membuat Jalan Cakung Drainase yang merupakan jalan alternatif untuk menuju Cilincing menjadi kumuh dan tidak sedap dipandang.

Sejumlah bangunan yang berdiri di sepanjang bantaran kali sudah pasti menyalahi aturan. Sejatinya bantaran kali tidak boleh digunakan untuk bangunan karena sudah tentu akan mengganggu aliran air di kali tersebut.

Tempat berbeda FKDM kecamatan cilincing menghimbau adanya bangunan liar yang berdiri di bantaran kali.

“Melihat kondisi sekarang kali Cakung drainase semakin menyempit, dan Masi banyak cafe-cafe liar yang berdiri, kiranya diperhatikan keras untuk tidak lagi masyarakat membagun bangunan di pinggir kali, ini nantinya akan menjadi problem ke depan” ujarnya.

“saya berharap kali Cakung draninase normal kembalidan tidak jadi penyempitan seperti sekarang ini” tutupnya.

Menurut Peraturan Gubernur Nomor 18 Tahun 2018 tentang Usaha Kepariwisataan. Pergub ini secara khusus mengatur pemberian sanksi kepada pelaku usaha yang terbukti melanggar ketentuan tentang prostitusi, perjudian, dan narkoba.

Aturan Pergub Nomor 18 tahun 2018 ini terdiri atas 43 halaman dan memuat 61 Pasal yang ditandatangani oleh Anies pada 12 Maret 2018.

Dalam aturan itu disebutkan, informasi mengenai pelanggaran dapat berasal dari temuan lapangan, informasi dari media massa maupun pengaduan dari masyarakat. (TiM).

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional