Menu

Herry Chommbiie Channel Gelar Webinar Simpang Siur Dan Alur Penanganan Pasien

  Dibaca : 32 kali
Herry Chommbiie Channel Gelar Webinar Simpang Siur Dan Alur Penanganan Pasien
Bogor, rakyatbicara.co.id – Kasus Covid-19 kian meningkat, fasilitas kesehatan penuh dan tenaga kesehatan kewalahan. Di sisi lain, informasi yang beredar pun semakin simpang siur. Kebutuhan akan sumber informasi yang kredibel di masa kritis ini sangat penting.
Untuk memberikan jawaban terkait hal itu, Herry Chommbiie Chanel didukung oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Bogor telah melakukan Webinar  dengan tema Simpang Siur Ketersediaan Kamar dan Alur Penanganan Pasien. Minggu, (18/7/2021) acara tersebut menghadirkan 4 narasumber yaitu :
1. Dr. Tri Yuliani, M.Kes Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Jaminan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bogor.
2. Jani Ginting, SE. MM. Humas Assosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Bogor Raya
3. Ipang Sigiasmoro Relawan Jamkeswatch
4. Rohmat Selamat SH., M.kn Ketua DPC PWRI Bogor
Moderator Webinar oleh Heri Irawan, SE selaku Pimpinan media bogor.okeyboz.com dan acara disiarkan langsung melalui YouTube Herry Chommbiie Channel.
Dalam Webinar tersebut Dr. Tri Yuliani, M.Kes menyampaikan agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik ketika mengalami gejala-gejala yang mengarah ke Covid-19. Namun Kita harus menyikapi ini dengan tenang dan tidak panik.
Sudah 1 tahun lebih bergulat dengan pendemi dan betul dulu pernah ada istilah new normal dan betul new normal itu memang harus kita jalani, dunia sudah harus menjalani itu sambil terus mengupayakan vaksinasi. Mudah-mudahan betul vaksin nusantara dapat memberikan harapan yang luar biasa.
“Saatnya kita harus bergotong-royong dalam semua ini. semua stakeholder, semua sektor bahu-membahu dan betul kita harus melaksanakan ini dengan adaptasi kebiasaan baru, kita tidak bisa menghindari virus-virus yang ada di mana-mana. tapi setidaknya kita bisa membentengi diri kita, menjaga diri kita, agar bagaimana virus itu tidak sampai menginfeksi kita dan keluarga kita serta lingkungan sekitar kita jadi protokol kesehatan itulah yang perlu dijaga” katanya dalam webinar tersebut.
Sementara penyampaian Jani Ginting, “Untuk kondisi Bogor sendiri sebagaimana kita ketahui ketersediaan tempat khusus untuk pasien covid-19 crowded hampir 90% dari kapasitas tempat tidur sudah terisi, padahal ketentuan WHO 60%, bahkan beberapa rumah sakit sudah lebih dari kapasitas tempat tidurnya dengan melakukan penambahan bed dan kursi roda, kondisi ini tentunya cukup memiriskan kita.
Mengingat jumlah pasien yang terus makin banyak, sementara dari kapasitas tempat tidur yang tersedia walaupun sudah di lakukan penambahan tempat tidur tetap tidak cukup untuk menampung tingginya pasien, sehingga teman-teman rumah sakit yang lain juga mendapat komplain dari masyarakat terkait ketidakmampuan kita untuk menerima pasien” ungkapnya.
Diakhir Rohmat Selamat, menghimbau kepada awak media untuk dapat meng counter dan memverifikasi kebenarannya setiap berita yang diterima. “Memang betul di masa pandemi ini semakin banyak merajalela juga berita-berita hoax”.
Jadi peran penting dari media sebetulnya sangat urgent disini untuk menghandle masalah ancaman berita yang sesungguhnya tidak benar tetapi dibuat seolah-olah benar membuat tidak nyaman masyarakat dan mengakibatkan kebingungan-kebingungan di masyarakat.
Untuk itu peran media urgent di situ untuk klarifikasi ataupun sebagai Pers/media di mana harus hadir di tengah-tengah masyarakat yang sedang PPKM darurat ini harus hadir, harus cek end ricek, harus cek informasi kepada narasumber yang tepat seperti di sini kebetulan udah ada narasumber yang tepat dari dokter Tri dari selaku perwakilan dinas kesehatan.
Kita pernah juga, dari PWRI untuk mengecek ke salah satu RSUD Kota Bogor infonya ful namun ternyata yang benar kondisinya pasien menumpuk tapi tetap menerima pasien yang datang. walaupun antrian tetap diterima begitu luar biasanya para Nakes di RSUD Kota Bogor kemarin, kita bawa teman kita sendiri akhirnya diterima walaupun kondisi tabung gas tidak ada tapi tetap dicarikan walaupun kondisi pasien menumpuk tapi tetap diterima.
Untuk itu saya menghimbau teman-teman media khususnya di kabupaten bogor setiap berita yang membingungkan atau berita yang sifatnya menyeudutkan pihak-pihak tertentu, apalagi telah menyudutkan rumah sakit, “itu harus di counter” harus diverifikasi kebenarannya, media harus balance.
Masyarakat kita sedang berperang melawan virus, media harus memiliki jiwa patriotisme harus berperan aktif menyampaikan yang benar tidak memilih diksi-diksi yang menakut-nakuti, tidak memilih diksi-diksi yang buat masyarakat jadi kebingungan, harus menggunakan diksi yang menentramkan, menyemangati masyarakat atau membangun optimisme masyarakat di mana supaya kita bisa cepat keluar dari pandemi ini. (hdr).
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional