Menu

Kepala Bappeda Disambangi Kadispar Bersama Waka Pokdarwis Puncak Tamiang

  Dibaca : 42 kali
Kepala Bappeda Disambangi Kadispar Bersama Waka Pokdarwis Puncak Tamiang

Lampung Timur, rakyatbicara.co.id – Proposal rencana pembangunan pengembangan kawasan Gunung Tamiang Desa Sukadana Kecamatan Sukadana dipertanyakan oleh Sapta Putra Wakil Ketua (Waka) Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Puncak Tamiang Desa Sukadana Kecamatan Sukadana.

Sapta mempertanyakan hal itu kepada Desma Kepala Bidang Pariwisata Badan Perencanaan Pembangunan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lampung Timur pada Jumat, 2 Juli 2021 jam 10.30 WIB.

Proposal tersebut diserahkan oleh Bendahara Pokdarwis Puncak Tamiang, Zainal Abidin Wahid Gelar Suttan Paku Alam kepada Puji Riyanto Kepala Bappeda Lamtim pada Senin, 24 Mei 2021 usai acara pembentukan Tim Percepatan Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Lampung Timur di aula depan rumah dinas Bupati Kabupaten Lampung Timur.

Kehadiran Sapta Putra didampingi oleh Junaidi Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lampung Timur yang diterima oleh Desma Kepala Bidang Pariwisata Bappeda Kabupaten Lampung Timur di ruang kerjanya.

“Beberapa waktu lalu ketika ada acara rapat tim percepatan pembangunan kepariwisataan pada 24 Mei pak Suttan Paku menyampaikan proposal tentang rencana pembangunan Gunung Tamiang, ke Kepala Bappeda, pak Puji (sudah) turun belum,” tanya Junaidi Kepada Desma memulai pembicaraan.

Selanjutnya, hal senada juga diutarakan oleh Sapta, bahkan ia telah sebanyak 3 kali konfirmasi proposal itu kepada Eko Bidang Perencanaan Bappeda Lamtim namun proposal belum diterimanya.

“Sejauhmana proposal yang dititipkan oleh Bendahara melalui pak Puji, saya telpon pak Eko tanya soal proposal itu, proposal itu belum sampai ke saya, ya sudah kata pak Eko nanti saya tanya ke pak Puji, saya konfirmasi sudah 3 kali selama ini dengan Sekretaris,” kata Sapta diamini oleh Sekretaris Pokdarwis Puncak Tamiang Desa Sukadana.

Kadispar Ekrap Lamtim menambahkan bahwa perlu dilakukan kajian dan juga melalui berbagai pertimbangan.

“Perlu kajian, pertama dilihat status kepemilikan tanah, jangan sampai destinasi wisata itu berjalan, ribut, nanti mungkin tim Bappeda liat. Kelengkapan itu tidak pada satu instansi saja, karena melalui pertimbangan-pertimbangan dan kajian-kajin khususnya Dinas Pariwisata,” tambah Kepala Dinas Pariwisata itu.

“Tapi yang pertama itu status kepemilikan tanah lokasi tempat wisata itu dulu, harus jelas biar kelar, apa dia mau hibah, jangan sampai proses ini berjalan, bangun ini, bangun itu, orang yang bersangkutan, akhirnya komplain, itu yang jadi suatu masalah,” tegas Junaidi.

Bappeda melihat kelayakan dan akan melibatkan banyak instansi, sementara ruas badan jalan telah tersedia.

“Nanti tim Bappeda liat kelayakannya, karena itu banyak melibatkan (instansi), (ruas badan) jalan memang udah dibuat bagus, mungkin nanti ada sumur bor dari Perkim,” urainya.

“Terus apalagi disitu, Gazebo Perkim lagi, tapi kunci pertama itu kepemilikan tanah itu dulu, statusnya gimana, itu nanti direspon,” pungkas Kadispar.

Desma akan menyampaikan kepada Puji Riyanto Kepala Bappeda Lamtim dan pihaknya akan membaha bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Hal ini akan saya sampaikan ke pak Puji, ya nanti akan kita bahas kalau ada rapat TAPD, tapi itu ya memang mulai dari perencanaannya harus benar-benar matang,” terangnya. (RK).

 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional