Asman Dila.. Ini Harus Permanen, Jika tidak….

Bogor, rakyatbicara.co.id – Terkait pemersalahan yang terjadi di Kali Kompa baik penumpukan sampah serta pendangkalan badan kali, Ini  tidak bisa ditangani secara farsial saja ini harus menyeluruh antara hulu dan hilir  harus permanen.
Ini disampaikan Kepala Unit Pelayanan Teknis Irigasi Dinas PUPR Asman  Dilla dilokasi pengangkatan sampai Kali  Kompa pada rakyatbicara.co.id Jum’at (17/09/2021) pukul 9.20.17 wib.
“Ya ini harus ditangani secara serius tidak bisa secara farsial saja, ini harus ditangani secara menyeluruh secara permanen hulu sampai ke hilir, di hulu disana ada Setu Kebantenan, Setu Kebantenan yang sumber airnya dari mana-mana, disini hilirnya harus kita benahi juga artinya kalau mau di penanganan harus sekaligus. Semua pihak ya karena tanpa pihak lain tidak akan lancar juga,” ungkapnya.
Jadi menurut saya kalau kita bicara permanen kita perlu waktu,biaya dan perencanaan dalam hal ini, Karena kalau tidak ditangani secara menyeluruh dan permanen ya akan begini, begini saja.
IMG 20210919 WA0048 rakyatbicara.co.id
Artinya dengan adanya keluhan keluhan masyarakat pemerintah juga akan repot ya, oleh karenanya dari hulu ke hilir harus kita benahi. Apalagi peran serta masyarakat itu sangat penting, kesadaran masyarakat, ini terbukti dengan banyaknya sampah yang membuat aliran air terganggu, Tandasnya lagi.
“Nanti kita juga akan rutin, Insya Alloh akan saya tugas, petugas kita agar dicek mungkin setiap bulan agar tidak terjadi penumpukan sampah, Karena informasi empat bulan yang lalu ini sudah pernah di kerjakan dan diangkut, karena kasian masyarakat disini.
Ditambah lagi kondisi disini, area masyarakat disini berupa cekungan rendah, Karenanya hujan kecil saja akan terjadi genangan banjir, itu kita bicara jangka pendeknya karena belum ada penanganan.
Bicara jangka panjangnya mau menyeluruh, mau di parmanen itu perlu kajian, perlu perencanaan, bicara normalisasi itu biayanya besar, Karena bicara normalisasi seluruh kali Kompa harus dinormalisasi.
Dan ternyata Kali Kompa ini tidak seperti saluran yang lain, kedalamannya tiga meter lebarnya empat meter dan kita tau dihilirnya lebarnya berapa, kalau dia dua meter berarti pengecilan penyempitan. Karena itu wajar kalau airnya tergenang, wajar kalau airnya naek ,” Asman Dilla Kepala UPT irigasi pada dinas PUPR. (RB).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.