Keberhasilan Suatu Negara Diawali Oleh Guru-Guru Dalam Menyesuaikan Diri Dengan Kecepatan Perubahan 

Jakarta, rakyatbicara.co.id – Sejak diluncurkan pada Juli 2020 sebagai Merdeka Belajar Program Guru Penggerak diminati banyak guru. Saat ini Program Guru Penggerak sudah memiliki tiga angkatan dengan jumlah 2.800 guru per-angkatan.
Angkatan pertama telah lulus seusai menjalani pendidikan selama sembilan bulan dalam Program Guru Penggerak. Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan, Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Praptono, mengatakan, bahwa meskipun dilakukan seleksi yang ketat, antusias para guru tetap tinggi untuk mendaftar sebagai Guru Penggerak.
Pandangan ini dijelaskan DR. Denny Tewu, SE.,MM. Wakil Rektor 2  Universitas Kristen Indonesia (UKI), hal ini tentu saja merupakan pertanda baik buat masa depan generasi muda Indonesia, karena menurutnya, harus diamini bahwa keberhasilan suatu negara tentu di awali oleh guru-guru yang antusias dan semangat untuk menyesuaikan diri dengan kecepatan perubahan melalui berbagai pendidikan peningkatan kualitas diri, salah satunya seperti mengikuti Program Guru Penggerak yang difasilitasi Pemerintah ini.
“Kita patut memberikan apresiasi baik kepada guru-guru yang bersemangat mengikutinya, maupun Pemerintah dalam hal ini Kemendikbudristek melalui Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan, sebagai penyelenggara dengan target-target yang telah ditetapkan. Harapannya semua berjalan lancar dan merata di seluruh Indonesia,” kata DR. Denny Tewu, SE.,MM. mengatakan kepada rakyatbicara.co.id di Jakarta, Pada Sabtu, (18/09/2021).
Menurut Denny, dengan adanya Program Guru Penggerak ini, kalau melihat antusiasme para guru dengan pendaftaran yang terus meningkat, maka target capaian tentu bisa dicapai, asalkan jalur komunikasi dan keterbukaan informasi terus terbuka hingga kemudahan atas akses untuk mengikutinya sebagai peserta.
Dengan tentunya sasaran atas kesiapan para guru mempersiapkan generasi berikutnya menjadi generasi unggul yang siap beradaptasi dengan perubahan yang cepat terjadi dengan tetap menjaga karakter kebangsaan, nilai-nilai  persatuan, kejujuran, berintegritas, dan Pancasilais, imbuhnya.
Diterangkan Denny Tewu kembali, sebaiknya proses pendidikan anak Bangsa di Indonesia tidak dikomersilkan atau dicatut, karena anggaran 20 persen untuk pendidikan baik di pusat maupun daerah, harus dimaksimalkan.
Semoga semua yang berkepentingan dapat melihat bahwa, generasi berikut akan dihasilkan berdasarkan ketulusan dan keikhlasan untuk memperlakukan mereka secara baik. “Generasi penerus bangsa adalah fondasi utama, jadi persiapkanlah mereka sebagai generasi unggul yang akan membawa Indonesia Damai Sejahtera,” ungkapnya.
Kata Denny Tewu berharap, bagi para alumni Pendidikan Guru Penggerak ini tentunya ada pengawasan dan pembinaan serta penyegaran selalu yang berkelanjutan, sehingga tetap mampu mengikuti perkembangan jaman dan aktual tanpa meninggalkan nilai-nilai  utama Keindonesiaan sebagai modal utama yang tidak dimiliki oleh anak-anak yang berpendidikan di luar Indonesia,” pungkasnya. (Par).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.