Pelajar dan Santri Ponpes Tansyitul Muta’allimin Lakukan Suntik Vaksin Presisi Merdeka

Bogor, rakyatbicara.co.id – Penyuntikan dosis pertama vaksinasi Presisi Merdeka sebanyak 300 dosis vaksin jenis sinovac dari Polri untuk Pondok Pesantren Tansyitul Muta’allimin. Adapun para peserta vaksin meliputi pengajar/guru dan dilanjutkan warga masyarakat sekitar pondok pesantren di Jalan Raya Pintu Air Rt 03/09 Desa Pabuaran, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Pada Sabtu, (18/09/2021).

Turut hadir dalam kegiatan suntik vaksinasi di Pondok Pesantren (Ponpes) Tansyitul Muta’allimin, Pengasuh Pondok Pesantren KH. Muhammad Ali Syibromalisi, Kepala Cabang Bogor 2, NU Care – Lazisnu PBNU Ahyad Alfidai, Wakil Kepala Cabang Bogor 2 Wahyu Santosa, Dr. kh Aim zaimudin, Ketua PCNU Kab. Bogor Bersama Pengurus Harian, Banbinsa Polsek Bojong Gede, Aiptu Samasudin, Babinsa Koramil 05/08 Bojong Gede, Serda Suhut, Development Manager Afrial Dio Permana dan Humas Polsek Bojong Gede, Hendra.

“Penyuntikan vaksin pembukaan, di awali oleh Pengasuh Pondok Pesantren KH. Muhammad Ali Syibromalisi bersama istri dan anak dan di ikuti oleh para guru dan para santri.”

Pengasuh Pondok Pesantren KH. Muhammad Ali Syibromalisi menyampaikan, Vaksinasi Presisi Merdeka di lakukan berkat perjuangan serta kerjasama Nahdlatul Ulama (NU), Polri dan pondok pesantren yang kita lakukan Ini turut mendukung program pemerintah. Suntik vaksinasi ini kami lakukan untuk para santri, wali santri dan warga masyarakat sekitar.

“Ada pun dalam kegiatan ini dengan konsep awal 250 vaksin dan di tambah Lagi kurang lebih 50 vaksin. Ada pun petugas nakes kita libatkan 2 dokter puskesmas bojong gede. Saya berharap kegiatan ini sekaligus untuk mendukung program pemerintah dan sekaligus dapat mengurangi atau mencegah dari virus covid 19 tersebut, ucap Muhammad Ali Syibromalisi kepada rakyatbicara.co.id.

Di sisi lain Muhammad Nora Burhanuddin selalu Ketua Panitia Pelaksana menuturkan, dalam suntik vaksinasi Presisi Merdeka pertama melibatkan para nakes puskesmas dan di bantu anggota polri sebanyak 3 orang. Sedangkan untuk para peserta vaksinasi meliputi para santri, para pengajar/guru dan di lanjutkan warga masyarakat sekitar pondok pesantren Tansyitul Muta’allimin, terang Nora.

Ada pun santri yang melakukan proses pada tahapan, terjadi adanya 2 peserta santri yang NIK pada Kartu Keluarga (KK) tidak muncul ketika peng imputan data, terang Andri salah satu petugas.

Masyarakat sekitar sangat antusias adanya kegiatan suntik vaksin yang di lakukan pondok pesantren Tansyitul Muta’allimin.

Helsy bersama suami salah satu warga sekitar di rt 03/09 yang turut ikut dalam vaksinasi mengatakan, awalnya saya mendapatkan informasi adanya vaksin di pondok pesantren Tansyitul Muta’allimin lalu saya coba mendaftarkan alhamdulillah saya bersama suami sudah di vaksin.

Selanjutnya para peserta usai di suntik vaksin di berikan obat parasetamol dan vitamin (hdr).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *