Menu

Sengketa Lahan Rocky Gerung Dengan Centul City, Ini Versi Lengkapnya

  Dibaca : 25 kali
Sengketa Lahan Rocky Gerung Dengan Centul City, Ini Versi Lengkapnya

Bogor, rakyatbicara.co.id – Kekisruhan Sengketa Lahan Masyarakat Kampung Gunung Batu RT 02 RW 11 Kelurahan Bojong Koneng, Kecamatan Babakan yang menyeret salah satu Rumah Aktifis dan juga Pengamat Politik Rocky Gerung Dengan PT Centul City memanas.

Dimana Rocky Gerung menyebut dirinya hanya satu dari 6.000 orang yang rumahnya di kawasan Bojong Koneng, Sentul, Bogor terancam digusur oleh PT Sentul City.

“Ini bukan soal saya saja. Ada 90 Kepala Keluarga, 6.000 orang yang mengalami hal sama,” kata Rocky dalam konferensi pers di rumahnya, Senin, 13 September 2021.

Rocky menyatakan, banyak orang mengira seolah-olah dirinya mempertahankan hak yang bukan miliknya. Akibatnya, ia mengaku dirundung oleh netizen di media sosial. “Saya sudah seminggu ini di-bully,” kata Rocky Gerung.

Sebelumnya Rocky mengungkapkan bahwa beberapa rumah yang ada di dekat tempat tinggalnya di Blok 026 Kampung Gunung Batu RT 02 RW 11 Kelurahan Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor telah digusur. Ia pun mendapat somasi untuk segera angkat kaki dari rumahnya karena lahan itu diklaim milik Sentul City. Di rumahnya terpampang plang bertuliskan “Tanah ini milik PT Sentul City”.

“Jadi sekali lagi ini bukan kasus saya,” ujar dia.

Rocky membeli lahan seluas 800 meter persegi dari pemilik sebelumnya bernama Andi Junaedi pada 2009.

Namun, tahun ini PT Sentul City mengklaim kepemilikan tanah Rocky di Bojong Koneng itu bermodalkan sertifikat hak guna bangunan (SHGB) Nomor 2411 dan 2412.

Surat somasi pertama bernomor 128/SC/LND/VII/2021 dilayangkan ke Rocky Gerung pada 28 Juli 2021. Kemudian surat somasi kedua dengan nomor 227/SC-LND/VIII/2021 tertanggal 6 Agustus 2021.

Sebelumnya PT Sentul City Tbk (BKSL) menyampaikan klarifikasi terkait berita penggusuran rumah pengamat politik Rocky Gerung.

Menurut Sentul City, villa tersebut berada di atas tanah Sentul City, sehingga perusahaan itu melakukan somasi terhadap Rocky.

Dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/9/2021), Presiden Direktur Sentul City Tjetje Muljanto membeberkan sejarah tanah yang menjadi sengketa tersebut dilansir dari beritasatu.com

“Lokasi klaim villa dengan bangunan permanen yaitu di daerah Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, kurang lebih seluas 800 m2 yang berdiri di atas SHGB milik PT Sentul City,” kata dia.

Sentul City mendapatkan tanah tersebut sejak tahun 1990-an dengan cara menerima pelepasan dari tanah hak guna usaha (HGU) PYPN 11 Pasir Maung seluas 1.100 hektare yang berlokasi di Desa Bojong Koneng.

Pada tahun 1994, HGU tersebut beralih menjadi hak guna bangunan (HGB) no.2 Bojong Koneng yang berlaku sampai dengan 2013, dan pada 2012, dilakukan pemecahan dan perpanjangan HGB, di mana salah satu pecahannya adalah HGB no. 2411, yang diklaim oleh Rocky.

Menurut pihak Sentul City, Rocky Gerung mendapatkan tanah tersebut dengan cara oper alih garapan dari Andi Junaedi, yang merupakan narapidana kasus jual beli tanah Sentul City dan pemalsuan surat.

Surat oper alih garapan ke Rocky ditandatangani oleh Acep Supriatna, kepada desa yang menjabat. Menurut Sentul City, Acep juga tersangkut cukup banyak kasus.

Saat ini Sentul City sedang melakukan pemanfaatan, penataan, dan penguasaan terhadap aset-aset perusahaan dengan cara pemagaran dan land clearing.
Dampak material atas sengketa ini belum dapat dihitung.(red/CK)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional