Dituding Miring, Kalapas Gunung Sindur Gandeng Polres Jakbar Ungkap WBP Terlibat

“Kalapas Narkotika Gunung Sindur bekerjasama Dengan Sat Narkoba Polres Jakarta Barat (Jakbar) Ungkap Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) terlibat peredaran Narkoba”

Bogor, rakyatbicara.co.id – Kepala Lapas Narkotika (Lapas) Kelas IIA Gunung Sindur, Damari menegaskan, pihaknya selama ini telah berusaha keras dalam mengantisipasi terjadinya peredaran gelap narkotika.

Hal tersebut dia tegaskan pasca berita penggagalan dan terungkapnya penyelundupan ganja seberat 279 kg jaringan sumatera-jawa Polres Jakbar yang menyebutkan bahwa warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas yang dia pimpin diduga terlibat dalam peredaran gelap Narkotika jenis Ganja tersebut.

Kalapas Narkotika Gunung Sindur juga menyatakan bahwa pihaknya selama ini telah melakukan langkah-langkah progresif yakni penanda tanganan integritas dan komitmen bebas Halinar (Handphone, Pungli Narkoba) bagi seluruh jajaran , dan WBP di Lapas yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat tersebut.

Selain itu, Kalapas juga mengungkapkan, selama ini pihaknya juga melakukan razia rutin terhadap Hanphone, narkoba dan barang terlarang lainnya.

“Termasuk memindahkan beberapa WBP yang tergolong hight risk dan bandar narkoba ke Nusakambangan. Serta meningkatkan pembinaan kepribadian dan kemandirian,” kata Damari, Kamis (7/10).

Terakhir,  menambahkan, pihaknya juga telah menjalin sinergitas dengan aparat penegak hukum lainya.

“Termasuk beberapa kali membantu kepolisian dalam mengungkap kasus kasus kejahatan khususnya  narkoba yang melibatkan WBP, di Lapasnya” sebelum berita tersebut viral kami telah melakukan kerja sama dan membantu kepolisian Jakarta barat guna melakukan pemeriksaan tersangka, mengamankan barang bukti alat komunikasi , kepada awak media ini.

“Kami berkomitment dan menyatakan perang terhadap keberadaan narkoba, dan Hp ilegal kepada WBP kami yg nyata2 terbukti secara sah tentu akan kami catat dalam register F catatan “pelanggaran disiplin” yg bisa berdampak pada penundaan/pembatalan hak2 integrasi WBP ybs termasuk untuk terus dilakukan / berproses hukum atas kesalahannya dan keterlibatan pelanggaran hukum yg dilakukannya , karena kami benar benar serius malakukan tugas2 pembinaan “agar WBP menyadari kesalahan,
memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga
dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif
berperan dalam pembangunan, dan dapat hidup secara wajar
sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab ” pungkas Damari, berapi-api.(Red/myus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.