Lapas Narkotika Gunung Sindur, Penanda Tanganan Integritas dan Komitmen Bebas Halinar

Bogor, rakyatbicara.co.id – Kepala Lapas Narkotika (Lapas) Kelas IIA Gunung Sindur, Damari menegaskan, pihaknya selama ini telah berusaha keras dalam mengantisipasi terjadinya peredaran gelap narkotika.
Hal tersebut dia tegaskan pasca berita penggagalan dan terungkapnya penyelundupan ganja seberat 279 kg  jaringan sumatera-jawa Polres Jakbar yang menyebutkan bahwa warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas yang dia pimpin diduga terlibat dalam peredaran gelap Narkotika jenis Ganja tersebut.
Kalapas Narkotika Gunung Sindur juga menyatakan bahwa pihaknya selama ini telah melakukan langkah-langkah progresif yakni penanda tanganan integritas dan komitmen bebas Halinar (Handphone, Pungli Narkoba) bagi seluruh jajaran, dan WBP di Lapas yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat.
Selain itu, Kalapas juga mengungkapkan, selama ini pihaknya juga melakukan razia rutin terhadap Hanphone, narkoba dan barang terlarang lainnya.
“Termasuk memindahkan beberapa WBP yang tergolong hight risk dan bandar narkoba ke Nusakambangan. Serta meningkatkan pembinaan kepribadian dan kemandirian,” kata Damari, Pada Kamis, (07/10/2021).
Terakhir, menambahkan, pihaknya juga telah menjalin sinergitas dengan aparat penegak hukum lainya. “Termasuk beberapa kali membantu kepolisian dalam mengungkap kasus kasus kejahatan khususnya narkoba yang melibatkan WBP, di Lapasnya”.
Sebelum berita tersebut viral kami telah melakukan kerja sama dan membantu kepolisian jakarta barat guna melakukan pemeriksaan tersangka, mengamankan barang bukti alat komunikasi, kepada awak media ini.
“Kami benar-benar serius dan menyatakan perang terhadap keberadaan narkoba, dan Hp ilegal  kepada WBP kami yang nyata-nyata terbukti secara sah tentu akan kami catat dalam register F catatan “Pelanggaran Disiplin” yang bisa berdampak pada penundaan/pembatalan hak-hak integrasi WBP.”
Termasuk untuk terus dilakukan/berproses hukum atas  kesalahannya dan keterlibatan pelanggaran hukum yang dilakukannya, karena kami benar-benar serius malakukan tugas-tugas pembinaan agar WBP menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana.
Sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan, dan dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab, pungkas Damari. (hdr).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.