Maraknya Pangkalan Pasir di Jl RE Martadinata Membuat Jalan Raya Menyempit 

Penjual Pasir diduga Ilegal di Jalan RE Martadinata, Tak Jerah
Jakarta, rakyatbicara.co.id – Upaya penertiban yang dilakukan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Utara, ternyata tak membuat para penjual pasir ilegal di Jalan RE Martadinata, tak jerah.
Pantauan rakyatbicara.co.id di lokasi masih terdapat tujuh lapak pedagang pasir yang berjualan di bahu Jalan RE Martadinata.
Di ruas jalan tersebut, para pedagang menumpuk pasir dagangannya hingga sepanjang kurang lebih 500 meter. Tak tanggung-tanggung, tumpukan pasir pedagang di masing-masing lapak mencapai ketinggian lebih dari satu meter.
Akibat keberadaan pangkalan pasir tersebut, ruas jalan di lokasi menjadi menyempit. Selain itu, keberadaan para kios-kios/warung pun timbul seperti tambal ban, kios rokok, pangkalan bensin eceran, truk pengangkut pasir yang memarkirkan kendaraan di bahu jalan membuat kawasan tersebut semakin terlihat kumuh.
Sunarno (50), warga sekitar mengatakan telah meminta kepada aparatur Kelurahan Ancol agar menertibkan pangkalan pasir di bahu Jalan RE Martadinata. Sebab, para padagang di pangkalan pasir tesebut selama ini tidak bisa menjaga kebersihan sehingga membuat kawasan menjadi kotor, kumuh.
“Kita minta para pedagang pasir di lokasi dibersihkan, karena jalan jadi menyempit hingga rawan macet. Ditambah keberadaan kios dan banyaknya truk yang parkir membuat jalan menjadi kumuh,” pintanya.
Warga minta Bapak Gubernur DKI Anies Baswedan dan jajarannya untuk menertibkan pangkalan pasir yang ada di wilayah Martadinata Ancol. (Red/wbo).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.