Prioritas Pembangunan SDM Sudah Sangat Tepat Sekali

Jakarta, rakyatbicara.co.id – Kabinet Indonesia Maju merupakan kabinet pemerintahan dibawah pimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang telah berjalan sejak tahun 2019. Program prioritas yang dijalankan oleh Kabinet Indonesia Maju yakni pembangunan SDM, pembangunan insfrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi, dan transformasi ekonomi.

Salah satu capaian Pemerintah dalam dua tahun terakhir di bidang ekonomi adalah berhasil menahan kontraksi ekonomi di tahun 2020 yang hanya sebesar -2,07% year on year (yoy).

Kedepan Indonesia Indonesia akan menempati peringkat ke-4 di antara negara G20. Capaian tersebut tentunya tidak terlepas dari keberhasilan upaya Pemerintah dalam pengendalian pandemi Covid-19

Menurut pandangan Denny Tewu, dimana potensi Indonesia untuk mencapai 4 besar dalam G-20 tentu sangat memungkinkan apabila dilihat dari jumlah penduduk, kondisi alam Indonesia serta berbagai keunggulan Indonesia lainnya.

“Jadi prioritas pembangunan SDM itu sudah sangat tepat sekali, apalagi di era perubahan yang begitu cepat ternyata Indonesia tidak tertinggal dari sisi pemanfaatan teknologi terkini.

Sangat penting juga adalah caracter buliding SDM Indonesia yang disebut revolusi mental harus terus di jalankan dimulai dari usia anak-anak, sehingga generasi kedepan dapat mencontohi Jepang yg bisa merubah carakter anak mudanya pasca perang.

Harapannya nilai-nilai integritas dan kejujuran serta nasionalisme yang kuat akan mewarnai generasi baru kita kedepan, kata DR. Denny Tewu, SE.,MM. Wakil Rektor 2 Universitas Kristen Indonesia (UKI) menjelaskan, Pada Senin, (25/10/2021).

Memasuki tahun 2021, penguatan pengendalian pandemi juga berhasil mendorong ekonomi Indonesia untuk tumbuh sebesar 7,07% (yoy) di Triwulan II-2021. Pertumbuhan ini merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 16 tahun terakhir.

Konsumsi Pemerintah terus memegang peranan aktif dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi selama pandemi, termasuk di Triwulan II-2021. Pemulihan yang terjadi di berbagai sektor utama, seperti sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, sektor konstruksi, serta sektor transportasi dan pergudangan mencerminkan aktivitas ekonomi sudah mulai bangkit kembali.

Menurut Analisa Denny Tewu, sangat setuju dengan dorongan Presiden Jokowi terhadap BUMN-BUMN di Indonesia agar mereka berani berpikir besar dan menjadi pemain Internasional dengan bekerjasama dan berkolaborasi dengan Perusahaan-perusahaan besar dunia.

“Mereka harusnya sudah siap dan jangan hanya jadi jago kandang saja. Sehingga pengurusan Pembangkit Listrik khususnya EBT (Energi Baru Terbarukan) harus melewati 259 perijinan sehingga bisa memakan waktu bertahun-2 hingga 7 tahunan, wah kalau begitu terus kinerja PLN yang dangat vital tersebut, apapun alasannya akan menyulitkan Indonesia menjadi raksasa ekonomi kedepan, ujar Denny Tewu.

Sementara dari sisi kemiskinan dan pengangguran yang sempat meningkat akibat Covid-19 juga telah berhasil diturunkan. Angka kemiskinan menurun dari 10,19% pada September 2020 menjadi 10,14% pada Maret 2021.

Sedangkan angka pengangguran turun dari 9,77 juta orang atau 7,07% pada Agustus 2020 menjadi 8,75 juta orang atau 6,26% pada Februari 2021.

Menurutnya, searah dengan pertumbuhan ekonomi tentu membuka peluang kerja yang semakin luas juga, harapan berbagai kebijakan seperti omnibuslaw yang sudah diterapkan dimaksimalkan untuk kemudahan orang berusaha, sehingga terjadi multiplier efek yang luas dalam berbagai bidang industri di Indonesia.

Sistem Key Performance Indicator (KPI) harus diterapkan juga dalam hal standarisasi kinerja hingga pengawasannya lebih baik kedepan dalam berbagai bidang.

“Kita yakin kalau saja penerapan good governance bisa diwujudkan menjadi budaya dimulai dari Pemerintah yaitu Trust, Akuntabilitas, Responsibility, Independent, Fairness. Niscaya Indonesia sebagai Raksasa Ekonomi baru akan terwujud, tandasnya.

Untuk itu sebagai langkah memulihkan kepercayaan masyarakat dalam melakukan aktivitas ekonomi, Pemerintah berkomitmen untuk terus mempercepat proses vaksinasi.

Diantaranya melalui kerja sama dengan pihak swasta dalam mendorong percepatan program vaksinasi gotong royong. Denny Tewu berharap, karena covid-19 ini juga merupakan variabel pendukung untuk kelancaran usaha, maka berbagai upaya untuk mengeleminir penyebatannya tentu harus didukung terutama proses vaksinasi yang diyakini dapat menekan angka penyebaran covid-19 tersebut. Pungkas Denny Tewu. (Par)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.