Penataan Simpang Ciawi Harus Terkoneksi Dengan Universitas Djuanda

IMG 20220317 WA0069 rakyatbicara.co.id
Bupati Ade Yasin saat berada di Universitas Djuanda.

Ciawi, rakyatbicara.co.id – Bupati Ade Yasin meminta penataan Simpang Ciawi harus terkoneksi dengan Universitas Djuanda.

 

Sebab, perguruan tinggi di selatan Kabupaten Bogor ini tak dipungkiri telah menjadi icon Simpang Ciawi yang tidak terpisahkan.

 

“Djuanda ini sebagai icon wilayah Ciawi yang memang semua tahu kalau Ciawi ada Djuanda,” ujar Bupati Ade Yasin saat menghadiri pelantikan Rektor Universitas Djuanda, Kamis (17/3/2022).

 

Dengan demikian, sambung Ade Yasin, jangan sampai ketika menata simpang Ciawi, tapi tidak melihat Universitaa Djuanda. “Malah jadi kurang bagus,” ucapnya.

 

Terkait dengan Djuanda ini, Bupati juga telah menyampaikan langsung ke tim Percepatan Pembangunan dan Kementrian Perhubungan.

 

“Bahwa nanti kita akan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Djuanda menata simpang Ciawi ini,” ungkapnya.

 

Selain harus terkoneksi, Universitas Djuanda ini juga akan dimintai pendapatnya tentang penataan Simpang Ciawi. “Mau seperti apa bentukannya, mau diapain simpang Ciawi ini,” pintanya.

 

Jangka pendek penataan Simpang Ciawi, akan mulai dari penataan kanan kiri jalan yang meliputi Kabupaten Bogor dan Kota Bogor, dan selanjutnya ditindaklanjuti Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan dan Jasa Marga.

 

“Jadi langkah jangka pendeknya itu penataan oleh Jasa Marga termasuk kawasan yang tadinya PKL akan ditata Jasa Marga karena itu tanahnya tanah mereka,” bebernya.

 

Setelah penataan yang dilakukan Jasa Marga, selanjutnya ditindaklanjuti Pemkab, Pemkot dan Kemenhub.

 

“Secara khususnya karena itu jalan Nasional, itu kewenangan pemerintah pusat, jadi Kemenhub dengan Pemda akan mengkoordinasikan menyamakan persepsi disini tuh mau diapakan bentukannya seperti apa kita terus berkoordinasi,” kata Ade Yasin menjelaskan.

 

Sementara, lanjut dia, untuk terminal Ciawi masih dalam pembahasan khususnya soal lahan.

 

“Karena kita masing-masing punya beberapa lokasi yang ditawarkan ke Kemenhub, jadi di kota juga ada lokasi yang sekarang dipakai parkir sementara dan di kabupaten Bogor juga ada lokasi yang di belakang pasar juga mungkin tinggal pembebasannya saja nanti,” tambahnya.

 

Hanya saja, mana lokasi yang lebih tepat dijadikan terminal, itu yang akan dikaji Kemenhub.

 

Di tempat yang sama, Camat Ciawi, Sutisna mengatakan, soal lahan untuk terminal hanya ada dengan luas 9.000 meter persegi persisnya di belakang Pasar Ciawi.

 

“Yang idealnya hanya itu, karena berada di tengah-tengah simpang Ciawi,” ujar Sutisna di Universitas Djuanda (red/yus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.