Tercemar Limbah, Warga Keluhkan Bau Busuk Sungai Cileungsi

Cileungsi, rakyatbicara.co.id – Warga di kawasan Villa Nusa Indah, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, mengeluhkan bau busuk yang berasal dari Sungai Cileungsi, (26/03).

Warga menduga, bau menyengat tersebut akibat Sungai Cileungsi ini tercemar limbah industri yang berada di kawasan tersebut.

Warga mengeluhkan kondisi tersebut sejak Kamis (24/3/2022). Bau menyengat yang menusuk hidung membuat warga mengalami sesak napas.

Dilansir dari media cheklissatu Ibu Khalida menceritakan soal bau busuk yang berasal dari sungai Cileungsi.

“Masya Allah kali bau banget. Parah. Masker dibuka, terhirup udaranya terasa pahit, bikin sesak napas,” ujar Ibu Khalisa, warga Villa Nusa Indah 5, dengan emosional, Jumat 25 Maret 2022.

Keluhan serupa juga diutarakan warga RW 13. Bau busuk yang berasal dari aliran sungai menyebabkan warga mengalami mual dan pusing.

“Air Sungai Cileungsi berbuih dan bau busuk. Luar biasa baunya bikin pusing dan mual,” keluh Sodikun, Ketua RW 13, Ciangsana.

Kepala Desa Bojongkulur, Firman Riansyah membenarkan aliran Sungai Cileungsi mengeluarkan bau menyengat. Ia juga telah menerima banyak keluhan dari warganya yang bermukim di bantaran Sungai Cileungsi.

“Laporan warga sudah kami terima, bahkan kami juga sudah melaporkannya ke dinas terkait,” ujar Firman.

Sementara itu, Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), Puarman menyakini bau menyengat dari aliran Sungai Cileungsi akibat pencemaran limbah industri. Sebab, kejadian ini sudah sering terjadi terutama saat menjelang hingga musim kemarau.

“KP2C mengutuk pihak-pihak yang masih membuang limbah ke sungai,” ujar Puarman dengan nada kesal.

Berdasarkan laporan yang dia terima, bau menyengat juga dirasakan oleh warga yang bermukim di sekitar destinasi wisata Curug Parigi di Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Lokasi ini berada berseberangan dengan Perumahan Villa Nusa Indah 5.

“Bau busuk terasanya mulai malam sampai subuh. Siang hari baunya mulai berkurang,” terangnya.

Puarman mengaku telah melaporkan dugaan pencemaran sungai yang menimbulkan bau busuk ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“DLH Kabupaten Bogor telah merespon hal ini dengan turun ke lapangan untuk mengambil sampel air sungai,” kata dia seraya menyebut Kementerian LHK juga turun meninjau lokasi.

Setiap musim hujan, kawasan Villa Nusa Indah sampai Bekasi sering dilanda banjir akibat meluapnya Sungai Cileungsi dan Cikeas. Ketika musim kemarau tiba, warga yang bermukim di bantaran sungai tersebut kerap mencium bau busuk. Aroma tak sedap itu berasal dari limbah yang dibuang ke aliran sungai itu.

Puarman berharap percepatan normalisasi Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas agar segera direalisasikan, sehingga dapat meminimalisasi pencemaran Sungai Cileungsi.(rn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.