Aksi Demo PMII di Jalan Sudirman Bogor, Sejumlah Mahasiswa Sempat Dorong Mendorong Dengan Petugas

Kota Bogor, rakyatbicara.co.id – Kawat berduri yang dipasang oleh Polresta Bogor Kota Bogor dijebol oleh para mahasiswa yang sedang melakukan aksi unjuk rasa yang berlangsung di Jalan Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor pada hari Senin (11/04/2022).

Selain itu dorong dorong juga terjadi antara mahasiswa dan kepolisian.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro meminta agar para mahasiswa tidak memprovokasi.

“Tolong untuk orator tidak memprovokasi, sampaikan aspirasinya secara baik dan berpendidikan, tolong,” katanya.

Untuk diketahui, aksi unjuk rasa tengah berlangsung dilakukan oleh Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Bogor.

Aksi unjuk rasa sendiri telah berlangsung sejak pukul 16.00 WIB dan hingga kini aksi demonstrasi masih berlangsung.

aksi demo nanti pihaknya masih menyampaikan tuntutan yang sama ke Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Diantaranya, menolak keras wacana perpanjangan masa jabatan presiden, penundaan pemilu dan wacana tiga periode.

Kedua, menuntut Presiden Jokowi untuk mengeluarkan pernyataan resmi terkait penolakannya terhadap wacana perpanjangan masa jabatan presiden, penundaan pemilu dan wacana 3 periode.

Ketiga, menuntut dan mendesak segera Presiden Jokowi untuk mencopot Menteri Perdagangan dan segera mengambil langkah preventif untuk memastikan ketersediaan bahan pokok murah bagi masyarakat Indonesia.

Keempat, menuntut dan mendesak Presiden Jokowi untuk menunda dan mengkaji ulang UU-IKN dengan mempertimbangkan dampak kerusakan ekologis dan kemungkinan konflik agraria lainnya.

Kelima, menuntut dan mendesak Pemerintah Pusat untuk menurunkan harga BBM non-subsidi dan memastikan ketersediaan BBM bersubsidi bagi masyarakat Indonesia.

Terakhir, mendesak Pemerintah Pusat untuk membatalkan kenaikan PPN dikarenakan kenaikan PPN akan menyebabkan kenaikan harga bahan pokok kebutuhan masyarakat.

“Bisa dibilang sama mungkin. Tapi kita fokusnya saja yang berbeda, lebih fokus pada harga pokok, tataniaga, BBM dan PPN,” tandasnya.(red/Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.