Aksi Demonstrasi Mahasiswa UIKA, Istana Bogor Jadi Lautan Almamater Hijau

Bogor Kota, rakyatbicara.co.id – Ratusan mahasiswa dari Universitas Ibn Khaldun (UIKA) kembali menggelar aksi demo lanjutan yang berpusat di jalan Sudirman menuju Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (09/04).

Dengan menggunakan almamater hijau, ratusan mahasiswa saat menggelar aksinya di hadang ratusan personil kepolisian dengan barikade kawat duri sepanjang ruas jalan Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah.

Dengan formasi border, aksi mahasiswa UIKA menyampaikan aspirasinya.

“Kami turun aksi dengan tujuan menyuarakan segala keresahan yang dialami oleh rakyat. Masih banyak pernyataan yang harus dilawan, hajat jahat yang harus dibungkam. Kita berjuang saat ini tidak ada kata akhir. Jika tidak ada solusi yang terbaik dari pemerintah untuk meringankan beban rakyat, hari ini sampai seterusnya kami mahasiswa akan terus turun kejalan,” ucap salah satu mahasiswa saat melakukan orasi.

IMG 20220409 210152 rakyatbicara.co.id
Foto : kekesalan mahasiswa saat aksi Demonstrasi dihadang kawat duri di Istana Bogor 

Melalui aksi tersebut, mahasiswa menuntut dan menyatakan sikap yakni UIKA mengecam Presiden Jokowi untuk dapat mengevaluasi kinerja para jajaran cabinet yang bertanggung jawab dalam memastikan ketersediaan komoditas yang menjadi kebutuhan rakyat seperti bahan pangan pokok yang murah untuk seluruh rakyat Indonesia.

Para mahasiswa juga menuntut dan mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia agar tidak menjadi penghianat amanat Reformasi dengan alasan apapun, seperti wacana penundaan pemilu, perpanjangan masa jabatan dan wacana 3 periode.

Mengkaji ulang tentang kenaikan harga BBM jenis pertamax serta menolak keras wacana kenaikan harga pertalite dan gas elpiji 3kg. Membatalkan kenaikan PPN, yang dimana kenaikan PPN akan berdampak pada kenaikan segala harga bahan pangan kebutuhan rakyat Indonesia. Mendesak Kementerian Perdagangan segera menuntaskan oknum oknum mafia minyak di Negara Republik Indonesia.

Dengan tuntutan tersebut, mahasiswa memberikan waktu kepada Presiden Jokowi dan Pemerintah untuk dapat mengambil sikap dan mengeluarkan statement resmi dalam waktu 2×24 jam. “Apabila sampai dengan watu yang ditentukan tidak ada respon yang diberikan, kami siap untuk berlipat ganda dan turun aksi kembali dengan massa yang lebih besar,” ucap salah satu mahasiswa lainnya.

Aksi mahasiswa mendapat pengawalan langsung dari Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro dan Dandim 0606 Kota Bogor Dandim 0606 Kota Bogor Letkol Inf Ali Akhwan.

Menurut Susatyo, pemasangan berikade kawat duri bukanlah untuk menghadang, melainkan aksi mahasiswa dikawasan Rumah Sakit. “Pagar kawat ini akan dibuka setelah aksi selesai,” singkatnya.(cok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.