Dampak Proyek Bendungan Ciawi

“Masyarakat Keluhkan Dampak Aliran Sungai Ciliwung Yang Berlumpur Selama 2 Tahun”

Megamendung, rakyatbicara.co.id – Pembangunan Proyek Bendungan di puncak Bogor, meliputi tiga kecamatan menjadi salah satu inisiasi yang di ambil pemerintah pusat dengan tujuan untuk mengurangu kerentanan banjir di Jakarta.

Kecamatan dan desa yang masuk wilayah untuk pembangunan dua proyek ini Diantaranya Bendungan Ciawi terletak di Desa Cipayung, Desa Gadog, dan Desa Sukakarya di wilayah Kecamatan Megamendung serta Desa Kopo di wilayah Kecamatan Cisarua. Bendungan Sukamahi berada di hulu Sungai Cisukabirus (anak Sungai Ciliwung), tepatnya di Desa Sukamahi, Kecamatan Megamendung.

Dimana Keduanya bendungan ini di rencanakan tuntas pada tahun 2022.

Namun dalam proses pembangunan Mega proyek ini, Tiga desa dari kecamatan Ciawi yang paling terkena dampak lingkungan air akibat lumpur dan material di lokasi aliran anak sungai Ciliwung.

Sebelumnya, Pelaksana Teknis PT Abripraya, Krisna mengatakan, setiap persoalan yang ditimbulkan akibat aktivitas proyek tentunya akan diselesaikan.

Namun begitu, ia pun tidak akan gegabah mengambil keputusan. Tentunya akan melalui pembahasan terlebih dahulu.

Ia mengakui selama beberapa tahun kebelakang terjadi adanya pengerukan di Arel sungai Ciliwung sedalam 20 meter.

Pengerukan ini yang menyebabkan kualitas air menjadi keruh dan kotor karena ada material yang sedang dikeruk.

“Dan Alhamdulillah masa kritis itu sudah dilalui dan air kembali mulai terlihat jernih,” katanya.

Namun soal pertanggungjawaban, ia juga memiliki Analisa Dampak Lingkungan. “Maka kita lihat dulu amdalnya, kalau memang masih batas wajar tentunya kita akan jelaskan,” ujar Krisna kepada wartawan.(cok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.