Terkait Pelayanan Pasien, RSUD Leuwiliang Buka Ruang Diskusi Bersama PWRI

“Sempat viral Terkait Pelayanan Pasien, RSUD Leuwiliang Buka Ruang Diskusi Bersama PWRI”

Leuwiliang, rakyatbicara.co.id – Diskusi hangat Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Leuwiliang bersama Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Bogor terkait pelayanan rumah sakit, Senin (04/04).

Dalam diskusi bersama RSUD Leuwiliang dimana membahas pelayanan RSUD yang kurang maksimal terhadap pasiennya.

PWRI Kabupaten Bogor Meminta Pelayanan RSUD agar di maksimalkan. Ketua PWRI Kabupaten Bogor Meminta Agar Kedepannya permudah masyarakat yang kurang mampu.

Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD Leuwiliang drg. Hesti lswandari, M.Kes. mengatakan permohonan maaf dan menerima kritikan terkait pelayanan di RSUD yang di pimpinnya.

Baca Juga : Kades Sadeng Mengamuk di UGD RSUD Leuwiliang

“saya mohon maaf sebelumnya, kami terima kalau itu sebagai masukan membangun.”ujar Hesti.

Hesti menjelaskan Untuk pelayanan pasien RSUD Leuwiliang semua pasti dibantu. Ia memaparkan prosedur SOP rumah sakit selalu mendahulukan pelayanan kepada pasien.

“Pasien yang datang pasti di layani dulu, kalo Tidak ada BPJS, JKN ada, klo tidak ada SKTM juga bisa, kalau pun datanya kurang nanti kita bantu. Jadi tolong bantu juga kami untuk Lengkapi administrasi yang ada, kami juga melaporkan ke pimpinan kami nantinya.”ujar Hesti.

Hesti juga keluhkan pemberitaan RSUD Leuwiliang belakangan ini pemberitaannya yang kurang berimbang. Ia mengatakan pihak RSUD tidak di kasih kesempatan untuk klarifikasi.

Baca Juga : Jemput Bola, Camat Rena Da Frina Road Show Vaksinasi

“Belakangan ini tuh, kok seolah olah pemberitaan tidak berimbang, kita tidak dikasih kesempatan untuk klarifikasi. Kita kasih informasi yang jelas aturan yang ada tapi kita tidak diterima dengan alasa alasan itu.”ujar Hesti.

Hesti juga mengakui jika ada kekurangannya, namun itu sebagai introspeksi sebagai bahan evaluasi pihak rumah sakit ke depan.

“Saya terima kalau ada kekurangan dan kelamahan dari teman teman atau staf saya di bawa yang tidak ramah, itu bahan saya untuk introspeksi untuk di perbaiki rekan rekan kerja di bawah juga evaluasi untuk di perhatikan hal hal tersebut.”ujarnya.

Saat di tanya soal ambulance yang tidak mengantarkan pasien jenasa saat di IGD. Hestipun menjelaskan secara SOP Ambulance.

“Perlu diketahui ambulance itu tidak untuk mengantarkan jasad”ujar Hesti.

Baca Juga :Kades Mengamuk Depan UGD RSUD Leuwiliang, ini Penjelasan Dirut

Menurutnya kalau untuk mobil ambulance itu untuk mengantarkan pasien yang emergency, dimana masyarakat menggunakanya untuk life saving (menyelamatkan hidup) dimana masyarakat yang membutuhkan ya bisa langsung dang juga ada protapnya.

“kalau yang ambulance, itukan untuk life saving, dimana masyarakat yang membutuhkannya bisa langsung dan ada protapnya, didalam harus ada perawat tidak bisa langsung naik begitu saja.” Terangnya.

Ia menambahkan mobil jenasanya ada dua (kereta merta) dan dua duanya juga sedang di gunakan. Hal itu juga sudah di sampaika ke pihak keluarga, dimana kedua mobil di pake mengantar pasien juga.

“kita punya kereta merta dua, dua duanya di pakai untuk masyarakat dan juga lagi mengantarkan jenaza”ujar Hesti.

Hesti mengatakan pihak rumah sakit tidak membeda bedakan pasien yang ada.

“Kita tidak membeda bedakan pasien, kalau ada kita gunakan”jelasnya.

Selain itu pihak rumah sakit tidak menutup nutupi informasi yang ada ketika itu untuk kebenaran

“kami tidak menutup nutupi informasi yang ada, ketika itu untuk kebenara”tutupnya.

Ditempat yang sama Rohmat Selamat .SH, M.Kn ketua DPC PWRI Kabupaten Bogor Mengatakan sebagai kontrol sosial kita wajib memantau pelayanan pelayanan yang ada di rumah sakit agar bisa memuaskan masyarakat.

“kita sebagai kontrol sosial wajib memantau pelayanan pelayanan kesehatan, bukan hanya di RSUD Leuwiliang saja, tetapi di rumah sakit lainya agar pelayanan dapat memuaskan masyarakat.(coki)

Terkait Pelayanan Pasien, RSUD Leuwiliang Buka Ruang Diskusi Bersama PWRI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.