Pos Anggaran Bencana Kabupaten Bogor Dianggap Minim

Pos Anggaran Bencana Kabupaten Bogor Dianggap Minim

Anggota Komisi I Dorong Biaya Tak Terduga Bencana Naik di Perubahan Anggaran APBD

Cibinong, rakyatbicaraca.co.id – Minimnya Anggaran Bencana Alam Kabupaten Bogor jadi perhatian DPRD Kabupaten Bogor. Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Heri Aristandi mendorong Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menaikan pos anggaran bencana dan pasca bencana daerah.

Menurutnya, kondisi cuaca yang saat sulit diprediksikan dan cenderung alami cuaca buruk mengakibatkan potensi bencana terjadi cukup besar meski sama sekali tidak diharapkan.

Untuk itu, agar penanganan bencana lebih maksimal, baik saat terjadi bencana maupun pasca bencana, sudah seharusnya Pemkab Bogor menaikan pos anggaran bencana.

Baca Juga : Bencana Alam Longsor Cijeruk, DPRD Kabupaten Bogor Minta DPKPP Cek Izin Vila di Cijeruk

“Iyah kami akan dorong agar Pemkab menaikan pos anggaran bencana biaya tak terduga di tahun 2022, disaat perubahan anggaran nanti,” ujar Heri Aristandi kepada wartawan.

Saat ini, Pemkab Bogor menganggarkan hampir Rp105 miliar untuk biaya tak terduga bencana yang meliputi anggaran penanganan Covid-19. “Iyah anggaran itu masih menangani Covid-19,” ucapnya.

Namun begitu, kondisi pandemi Covid-19 yang terus melandai tentunya akan berdampak pada penyerapan anggaran biaya tak terduga.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Adam Hamdani mengatakan, untuk pos anggaran bencana saat ini masih aman. “Ya kalau soal untuk dinaikan itu ada di pimpinan,” ujar Adam.

BPBD, sambung Adam, akan mengoptimalkan anggaran yang ada saat ini. “Kita jalankan dulu yang ada, kalau nanti ada penambahan tentu penambahan itu melihat kondisi bencana yang ada, tapi mudah-mudahan bencana tidak banyak terjadi di Kabupaten Bogor,” tandasnya.**

Pos Anggaran Bencana Kabupaten Bogor Dianggap Minim

Anggota Komisi I Dorong Biaya Tak Terduga Bencana Naik di Perubahan Anggaran APBD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.