Larangan Berikut Sangsi Bagi Pelanggar Dalam Hukum Adat

Larangan Berikut Sangsi Bagi Pelanggar Dalam Hukum Adat Lampung

Lampung Timur, rakyatbicara.co.id -Hukum Adat Cepalo semula disebut Cepalo Khua Belas atau 12 Larangan. Hukum Adat Cepalo ini berisi tentang larangan-larangan dengan sangsi-sangsi bagi setiap pelanggar yang disertai sangsi berat berupa hukuman mati.

Cepalo Dua Belas ini diwujudkan dalam bentuk Kain Tabir (Lassai), Sapu Tangan dan Taplak dengan cara menyambungkan satu dengan lain, terdiri bermacam-macam warna.

 

Isi Cepalo Dua Belas sebagai berikut :

Dilarang melihat isteri dan anak gadis orang lain dengan pandangan mencurigakan.

Dilarang berbicara yang kotor, menghasut, memfitnah orang lain.
Dilarang duduk lebih tinggi tempatnya dari pada orang yang lebih tua.
Dilarang terbuka kemaluannya ditempat orang ramai.

Dilarang tidur tengkurap di gardu kampung dilingkungan tempat tinggal pada waktu siang hari, sedangkan para ibu dan gadis remaja lewat di situ.
Dilarang memukul perut sendiri di dekat wanita yang sedang hamil.
Dilarang naik rumah orang lain dari pintu belakang.

Dilarang seorang tamu masuk ruang tamu atau ruang tengah rumah tanpa izin dari tuan rumah.
Dilarang orang laki-laki ditepian kakus tempat wanita atau sebaliknya.
Dilarang mengambil buah-buahan milik orang lain tanpa meminta lebih dahulu.
Dilarang melarikan isteri orang lain.
Dilarang berbuat mesum.
Nomor 1-10 mendapat hukuman denda, Nomor 11 mendapat pengucilan dari adat dan keluarga
Nomor 12 hukuman dibunuh mati.

Adat Cepalo Dua Belas ini kemudian dikembangkan jumlahnya menjadi dua puluh empat, empat puluh dan terakhir delapan puluh.

Adat Cepalo bertujuan mendidik dan menanamkan nilai-nilai dasar dari akhlak dan budi pekerti luhur sehinggga mereka kelak dapat bergaul dalam masyarakat dan dapat menjadi pemimpin masyarakat yang dapat di senangi.

(Ropian Kunang)

Sumber : Malahayati.ac.id

Larangan Berikut Sangsi Bagi Pelanggar Dalam Hukum Adat Lampung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.