Warga Resah Bau Busuk Limbah Pabrik Tahu, Diduga Ada Oknum Bekingin

Warga Resah Bau Busuk Limbah Pabrik Tahu, Diduga Ada Oknum Bekingin

Bekasi, rakyatbicara.co.id – Sejumlah Warga resah Bau Busuk diduga Hasil dari pengolahan Limbah Pabrik Tahu di Komplek Green Kirey 4 RT.004 RW.006 kelurahan Jatirrangon, Kecamatan Bekasi.

Pasalnya, bau busuk yang menyengat itu diduga berasal dari hasil pembuangan Limbah Tahu yang langsung di aliran kali Sunter.

Menurut keterangan warga (Nn) yang tidak mau di sebutkan namanya, menceritakan bau busuk yang muncul pada waktu pagi dan sore menjelang malam.

 

“kami mulai terganggu bau busuk dari limbah Pabrik Tahu, ini sudah di laporkan sebelumnya ke petugas setempat namun masih bandel, bau busuk ini paling kuat aromanya sekitar pagi dan menjelanya sore, tolong di tindak tegas pak.”ujar (Nn) salahsatu warga yang tidak mau di sebutkan namanya.

Ditempat berbeda, Sukma sebagai admin Pabrik Tahu menceritakan sudah berkordinasi dengan lingkungan setempat, bahkan iya mengaku memberikan sejumlah uang ke oknum yang datang untuk berkoordinasi.
“Lingkungan di sini suda kami bantu, termasuk lingkungan RW/006 saat minta bantuan ke sini”ujar Sukma.

Pemilik Pabrik Tahu, Bimo saat di temui rakyat bicara membenarkan membuang limbah langsung ke kali Sunter. Namun mengklaim sebelumnya tidak ada warga yang komplain.

“iya limbahnya dibuang langsung ke kali Sunter, cuman kali Sunter lagi ada pembangunan jadi pembuangan ke kali tersumbat, kalo tidak ada pembangunan di kali Sunter, tidak ada komplain dari warga. itu kali yang membuat Bauh busuknya.”ujar Bimo.

Ditempat yang sama, ketua RW/006, Mualam, sebagai perwakilan lingkungan menceritakan sebelumnya dari pihak pemerintah dan puskesmas sudah pernah datang dan menyarankan membuat bak penampungan limbah pengolahan tahu.

“beberapa waktu lalu kami dari lingkungan bersama pihak puskes pernah kemari, pihak puskesmas menyarankan untuk membuat bak penampungan untuk aliran sisa Pengelohan Tahu”ujarnya.

Perlu di ketahui, Undang Undang RI Tahun 1945, pasal 28 H ayat (1) UUD 1945 berbunyi “setiap orang berhak sejahtra lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta memperoleh pelayanan kesehatan”.

Sedangkan menurut Peraturan seperti UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, untuk mengatur berbagai macam kerusakan lingkungan hidup yang disebabkan oleh para industri yang merusak kualitas dan baku mutu lingkungan hidup, dan yang melakukan perbuatan melawan hukum berupa pencemaran limbah yang dapat merusak lingkungan hidup dan dapat membahayakan kesehatan pada manusia dan pada ekosistem yang berada diperairan, jikalau para industri melanggar ketentuan yang telah di berlakukan oleh pemerintah maka para idustri tersebut wajib mendapatkan sanksi yang telah diberlakukan berdasarkan Undang – Undang yang telah ditetapkan oleh pemerintah.(tim)

Warga Resah Bau Busuk Limbah Pabrik Tahu, Diduga Ada Oknum Bekingin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.