Rupanya Komputer Aset RSUD Sukadana Diduga Banyak Hilang Selain Alkes Usg

Rupanya Komputer Aset RSUD Sukadana Diduga Banyak Hilang Selain Alkes Usg

Lampung Timur, rakyatbicara.co.id – Alat kesehatan (Alkes) Ultrasonografi (Usg) medis 3 Dimensi inventaris Rumah Sakit Ibu dan Anak milik dr. HAS disinyalir hanya terdapat lebih kurang 2 unit.

Hal itu sebelumnya telah disampaikan oleh seorang nara sumber terpercaya mantan tenaga kesehatan (Nakes) di RSIA pimpinan dr. HAS, sehari setelah media ini menerima informasi tentang Alkes Usg aset RSUD Sukadana yang diduga digelapkan.

“Ada 2 kalau nggak salah, 3 dimensi kalau nggak salah,” ujar mantan tenaga kesehatan RSIA saat dihubungi pada Jum’at, 16 September 2022 jam 06.42 WIB.

Ketika akan dikonfirmasi oleh tim investigasi oknum Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) berinisial, dr. HAS tersebut tak berkenan menerima diruang kerjanya melainkan menggunakan tempat di Rumah Makan Surabaya yang berada tak jauh dari gedung RSIA miliknya pada Rabu, 21 September 2022.

Saat bertemu, dr. HAS Direktur RSIA justru marah besar bahkan disinyalir mengancam akan memotong leher nara sumber. Lagipula mengaku dirinya terbiasa dihubungi oleh Wartawan dan LSM yang ditantangnya berhadapan.

“Saya atau kalian yang harus mencari, gampang nanti tinggal Polsek yang cari mereka,” ujarnya dengan tegas.

dr. HAS menolak untuk divideokan terkait informasi yang berasal dari nara sumber yang mengungkapkan bahwa alkes USG Medis 3D inventaris RSUD Sukadana diduga dibawa ke RSIA miliknya. Ia juga tidak mengizinkan Wartawan mengambil gambar alkes USG yang ada di RSIA miliknya tersebut, menurutnya itu ruang pribadinya.

Justru dr. HAS meminta agar Wartawan melakukan konfirmasi secara resmi bersama-sama dihadapan Direktur RSUD Sukadana dr. Nila Sandrawati Tanjung pada Kamis, 22 September 2022 jam 11.00 WIB.

“Kalau mau konfirmasi resmi ke RSUD Sukadana saja besok jam 11, nanti kita bareng dengan dr. Nila Direktur RSUD Sukadana,” pintanya.

Diluar dugaan rupanya selain alkes Usg (Mindray Dc N3 Pro Usg 4D atau Usg 4D Dcn 3 Pro Mindray), dr. HAS juga berbalik mengungkapkan tentang banyak inventaris RSUD Sukadana yang hilang seperti komputer. Hal itu diketahui olehnya pada saat akan akreditasi, data akreditasi tahun 2019 tidak ada yang hilang berikut komputernya.

Perihal ini dikarenakan komputer yang digunakan untuk keperluan menyimpan file tersebut tidak diketahui dimana rimbanya dan belum lagi yang lainnya.

Sangat disayangkan pada saat Wartawan datang ke RSUD Sukadana pada Kamis, 22/09/2022 jam 11.00 WIB, dr. HAS tidak menepati janjinya bahkan tidak berada diruang poli RSUD Sukadana tempatnya bertugas.

Menuru seorang staf Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) RSUD Sukadana, urusan barang inventaris atau aset RSUD Sukadana ditangani oleh Catur Pribadi selaku Bendahara Barang, pihaknya hanya melaksanakan pengadaan dan pemeliharaan.

“Bukan sama kami sama Bendahara barang Catur Pribadi, kalau kami ini cuma melaksanakan pemeliharaan dan pengadaan, setelah selesai semua kami serahkan ke Catur,” tutur staf Bidang Sarana dan Prasarana RSUD Sukadana tersebut.

Berhubung kegiatan telah berlangsung lama, maka pihaknya tidak mengetahui kapan pengadaan alkes USG 4D RSUD Sukadana dilaksanakan.

“Waduh lupa itu nggak hafal, ya di aset Catur semua, yang jelasnya kalau mau tau data seluruh aset ketemu dulu sama bu Evi Kabag TU karena Bendahara barang dibawah Kabag TU,” katanya.

Masih menurut staf Bidang Sarpras RSUD Sukadana bahwa dr. HAS datang dan menemui dr. Nila Sandrawati Tanjung Direktur RSUD Sukadana, setelah berbincang-bincang sejenak langsung pergi.

“Tadi, posisinya dokter Hendri sempet ketemu (dr. Nila,ST) abis itu pulang, nggak tau ngomongin apa tadi ketemu dokter Nila, dokter Nila keliling sama saya, nggak ada apa namanya, saya nggak tahu yang di obrolin beliau berdua, yang jelasnya begitu dokter Hendri (usai) ngobrol langsung pulang langsung pergi nggak tau kemana,” cetusnya.

(RK/Tim)

Rupanya Komputer Aset RSUD Sukadana Diduga Banyak Hilang Selain Alkes Usg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *