Demo Tuntut Uang Ganti Kerugian Tanah Terdampak Bendungan Marga Tiga Dibayar…!?

Demo Tuntut Uang Ganti Kerugian Tanah Terdampak Bendungan Marga Tiga Dibayar…!?

Lampung Timur, rakyatbicara.co.id – Aksi unjuk rasa digelar ratusan masyarakat terdampak bendungan Marga Tiga bertempat di depan gerbang Kantor Waskita SKO Adikarya di Desa Negeri Jemanten Kecamatan Marga Tiga pada Senin, 28 November 2022 jam 10.00 WIB.

Soalnya, disinyalir tanah masyarakat yang terdampak dan telah dilakukan pengukuran dengan luas lebih kurang ribuan hektar belum dilakukan pembayaran uang ganti kerugian (UGK) sampai dengan sekarang.

Perihal tersebut disampaikan oleh Wahyudi Ramlan alias Samsul warga Desa Nabang Baru Kecamatan Marga Tiga sebagai ahli waris orangtuanya.

Berperan sebagai koordinator lapangan (Korlap) Aksi Demo, Hary Mulyono warga Desa Tri Mulyo Kecamatan Sekampung mewakili masyarakat menyampaikan aspirasi.

“Dengan adanya kegiatan pembangunan bendungan sudah barang tentu akan menimbulkan dampak bagi masyarakat yaitu akan hilangnya sebagian lahan milik masyarakat,” kata Hary Mulyono melansir video berdurasi dua menit lima puluh detik kiriman Samsul.

“Akan tetapi Pemerintah sudah membuat Peraturan perundang-undangan untuk mengatur mekanisme pembebasan lahan masyarakat yang terdampak ingin memberikan ganti kerugian supaya masyarakat tidak rugi, tapi justru harus buntu,” terang orator itu ketika sedang melakukan orasi.

“Masyarakat tidak boleh dirugikan atau dikorbankan dengan terlaksananya pembangunan bendungan,” tegasnya.

Sebelumnya, perihal itu disampaikan oleh Wahyudi Ramelan alias Samsul warga Desa Nabang Baru Kecamatan Marga Tiga.

Menurutnya, yang belum menerima UGK pembebasan adalah warga Desa Tri Mulyo dan Desa Mekar Mulyo Kecamatan Sekampung serta Desa Tri Sinar Kecamatan Marga Tiga.

“Hari ini demo ke Bendungan, yang belum (dibayar UGK warga Desa) Tri Mulyo, Mekar Mulyo, Tri Sinar, Tri Mulyo sebagian, (banyak) kalau ribuan hektar ya masih,” ungkap Wahyudi Ramelan via handphone pada Senin, 28 November 2022 jam 09.36 WIB.

Menurutnya, tanah terdampak telah diukur akan tetapi hendak diukur ulang kembali oleh pihak terkait namun tidak diperbolehkan oleh masyarakat.

“Diukur sudah, ini Dinas Kabupaten masih mau ngukur lagi, kemaren dari Kabupaten nggak boleh ngukur sama warga, diusir, saya mau jalan sama temen-temen ke Bendungan, ada (tanah) punya bapak,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui hasil tuntutan pembayaran UGK baik dari Perwakilan masyarakat maupun dari Waskita SKO Adikarya.

“Belum, masih perwakilan masuk belum keluar,” pungkas Samsul.

Tampak pengamanan dilakukan anggota Kepolisian Resort Lampung Timur dan jajaran atas aksi unjuk rasa yang dilakukan masyarakat berasal dari 3 Desa.

(Ropian Kunang)

Demo Tuntut Uang Ganti Kerugian Tanah Terdampak Bendungan Marga Tiga Dibayar…!?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *