Kegiatan Sosialisasi Kecintaan Produk dalam Negeri Kepada Masyarakat Kuala Tungkal Berjalan Lancar

Kegiatan Sosialisasi Kecintaan Produk dalam Negeri Kepada Masyarakat Kuala Tungkal Berjalan Lancar

Tanjab, rakyatbicara.co.id – Kuala Tungkal kabupaten Tanjung Jabung barat. Acara yang berlangsung di gedung pola kantor Bupati. pengiat sosial dan UMKM Spesial preneur Siti Medina Herdiyanti,S.i.p Sangat mendorong masyarakat tanjung Jabung barat untuk membeli produk-produk dalam negeri, salah satu nya melalui sosialisasi “Aku Cinta Produk Indonesia”. Tentunya hal tersebut dilakukan dengan berbagai macam kegiatan promosi.

Mengembangkan UMKM yg ada di wilayah kota Kuala tungkal,kabupaten Tanjung Jabung barat di bumi serengkuh dayung serentak ketujuan ini, turut hadir Nara sumber dari pusat (Jakarta) oleh Selamet Nur Achmad Effendy Stap khusus Mentri perdagangan RI yang juga sebagai Nara sumber, sekretaris koperindang tanjabbarat DRH.Budi Riadi sebagai Nara sumber pengiat sosial dan UMKM Acara berlangsung Aman dan Lancar dengan di Mulai Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan Doa oleh ustad yg di pinta oleh panitia.

Dalam sambutan staf khusus menteri perdagangan Selamet Nur Achmad Effendy mengatakan dalam perjalanan saya dari Jambi ke kota kualatungkal ini,kabupaten Tanjung Jabung barat sangat besar dalam pengembangan UMKM untuk barang barang lokal infor maupun exspor Salah satu hal yang didorong untuk diketahui masyarakat Kualatungkal khususnya kabupaten Tanjung Jabung barat. adalah terkait Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN.

Meski demikian masih banyak yang belum mengerti terkait TKDN. Lalu, apakah yang dimaksud dengan TKDN?.

Kegiatan Sosialisasi Kecintaan Produk dalam Negeri Kepada Masyarakat Kuala Tungkal Berjalan Lancar

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri, pengertian TKDN disebutkan di dalam Pasal 1, yaitu “TKDN adalah besaran kandungan dalam negeri pada Barang, serta gabungan Barang dan Jasa”. Dengan kata lain, produk dalam negeri ditentukan berdasarkan besaran komponen dalam negeri pada setiap Barang/Jasa yang ditunjukkan dengan nilai TKDN.

Produk lokal menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia dan selama ini jumlah penduduk kita besar 270 juta itu selama ini kita hanya menjadi konsumen. jadi kita kepinggin warga kita itu suka prodak prodak lokal seperti pakaian, sepatu dan lain lainnya.

Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri diatur melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 16 Tahun 2011. TKDN dibagi menjadi 3 kategori, yaitu TKDN Barang, TKDN Jasa, dan TKDN gabungan Barang dan Jasa.

Pertama, nilai TKDN Barang dihitung berdasarkan faktor produksi yang meliputi pengrajin batik yang lagi di kembangkan di kota Kuala Tungkal lewat UMKM yang ibu ibu bekerja langsung sebagai pengrajin batik, batik khas Kualatungkal. berdasarkan biaya yang meliputi: tenaga kerja, alat batik dan motif khas tungkal/fasilitasi kerja, dan jasa umum.

Sedangkan, Ketiga nilai TKDN gabungan Barang dan Jasa dihitung berdasarkan gabungan faktor produksi dan biaya dari TKDN Barang dan TKDN Jasa. Nilai kemampuan intelektual (brainware) dapat dihitung sebagai biaya dalam penghitungan nilai TKDN.

Saat ini informasi nilai TKDN dari produk dalam negeri dapat diakses melalui daftar inventarisasi barang/jasa produksi dalam negeri, oleh karena itu pemerintah melalui program P3DM sudah lama mengupayakan bagaimana uang negara di belanjakan dengan prodak UMKM produksi dalam negeri (Buatan Indonesia) Dengan mengunakan sistim amlikasi E Catalog yang mana UMKM memasukkan produk dalam sistim E Catalog, kita yakin sudah pastilah masyarakat sudah mengunakan prodak prodak kita semakin banjir banyak orang yg membeli seperti sepatu, Baju, topi dan termasuk barang pecah belah seperti merek Maspion dan yang lainnya lagi.mungkin juga laptop kita ngak lagi dari yang lain,kan ada juga dari jairek merek lokal dan yang lainya produk-produk lokal, biar kita tidak lagi pakai produk Jepang misalnya, kita berharap prodak-prodak lokal akan kita maksimalkan pemerintah sudah mewajibkan prodak prodak dari luar negeri wajib mengandung kandungan lokal minimum 40% atau kisaran 60% TKDN itu jadi sudah dimulai seperti itu, jadi bisa mengangkat institusi lokal kita manufakturkan kita bisa hidup karena kandungan lokalnya cukup tinggi. Ungkap, Siti Medina Herdiyanti,S.I.P., Turut bertisipasi untuk menyelenggarakan di bidang perindustrian dan UMKM langsung dari Kementerian.

Melalui sosialisasi pengiat sosial bekerja sama dengan koperindang tanjabbarat yg di hadiri oleh sekretaris DR. H.Budiono Riadi yang juga menjabat selaku ketua Muhammadiyah Tanjabbar dan bersama rekan rekan lainnya serta para tamu undangan yang hadir di gedung pola kantor bupati (26/11/2022)

Untuk membuktikan barang atau produk tersebut sebagai produk dalam negeri, melalui kepemilikan sertifikat atau Tanda Sah Capaian TKDN dari Kementerian Perindustrian Sekretaris Des koperindag Tanjabbarat.

Menyampaikan peran pemerintah daerah dalam pengunaan produksi dalam negeri agar bisa berkembang ke manca negara, untuk merek Indonesia membuat UMKM kita bisa bersaing untuk mengembangkan prodak dalam negeri pemerintah tanjung jabung barat melaksanakan pelatihan dan mengembangkan UMKM yang ada di tanjabbarat, kita sangat bangga dengan prodak dalam negeri terutama prodak UMKM yang lagi kita kembangkan di kabupaten Tanjung Jabung barat ini hingga sampai ke kecamatan dimana kita dari Dinas koperindag akan terus melakukan pembinaan serta bimbingan buat UMKM yg ada di wilayah Tanjung Jabung barat ini agar dapat biasa bersaing dipasar lokal maupun internasional.”imbunya.(Alhabsy)

Kegiatan Sosialisasi Kecintaan Produk dalam Negeri Kepada Masyarakat Kuala Tungkal Berjalan Lancar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *