Pernyataan Kepala BP2MI Benny Ramdhani Berbahaya Memicu Perpecahan Bangsa

Pernyataan Kepala BP2MI Benny Ramdhani Berbahaya Memicu Perpecahan Bangsa

Jakarta, rakyatbicara.co.id – Viralnya pernyataan Benny Ramdhani Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menuai kritik dari banyak kalangan. Salah satunya yang mengkritik keras pernyataan Benny di depan Presiden Jokowi adalah Joko Priyoski mantan Aktivis Front Kota yang aktif di dunia Pergerakan sejak di Gerakan Mahasiswa ’98.

DPR Anggarkan 1,5 Miliar Pembelian TV, KAMAKSI Tanyakan Hati Nurani Wakil Rakyat
“Ketua Umum KAMAKSI, Jojo | Aktifis 98 | rakyatbicara.co.id”

Aktivis yang kerap disapa Jojo dan juga Ketua Umum Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI) mengatakan, “Pernyataan Benny Ramdhani Kepala BP2MI yang meminta “izin tempur” didepan Presiden Jokowi tersebut sangat berbahaya bisa memicu perpecahan dan konflik horisontal karena Provokatif dan bisa merusak citra Presiden Jokowi. Bangsa ini bangga memiliki Presiden seperti Jokowi dengan segudang prestasi dan mampu mensejajarkan Indonesia dengan Negara-Negara berkembang dalam KTT G20 di Bali yang belum lama usai. Di dalam Negeri Rakyat pun merasakan pembangunan Infrastruktur yang mulai merata, penegakan hukum terhadap pemberantasan korupsi, dan yang paling utama Jokowi telah menunjukkan dirinya sebagai Negarawan dengan tidak menundukkan Kepala di depan Pemimpin-Pemimpin Dunia. Harusnya kita mendukung agar “soft landing” di akhir Pemerintahan Jokowi nanti baik dan estafet kepemimpinan nasional di 2024 mampu membawa Bangsa Indonesia lebih sejahtera, makmur dan makin disegani di mata Dunia”. Janganlah kemudian ada Pejabat Publik macam Benny ini membuat statement Provokatif dan Tendensius yang berpotensi bisa merusak citra dan prestasi Presiden Jokowi selama ini”, ucap Jojo Aktivis ’98.

 

“Harusnya Benny Ramdhani sebagai Pejabat Publik yang saat ini masih menjabat Kepala BP2MI membuat narasi-narasi yang sejuk agar terciptanya rekonsiliasi nasional di tengah perbedaan pilihan politik yang ada. Jangan malah membangun narasi “perang” dan provokasi seolah mau membenturkan secara fisik pihak-pihak yang berseberangan dengan melontarkan kalimat tempur di lapangan. Pernyataan yang tidak cerdas dari seorang Pejabat Publik dan justru kami nilai telah mempermalukan Presiden. Kami mendukung Presiden Jokowi agar segera mencopot Benny Ramdhani dari Kepala BP2MI karena pernyataannya yang berbahaya bagi keberlangsungan Sistem Demokrasi di Negeri ini. Masih banyak kok Anak Bangsa yang punya potensi dan cinta perdamaian untuk menggantikan posisi Ketua BP2MI. Sudahlah lebih baik Benny mundur saja dari Kepala BP2MI atau di copot oleh Presiden”, tegas Jojo Aktivis 98 dan Ketua Umum KAMAKSI.

 

Sebelumnya diketahui viralnya video audiensi di media sosial. Berikut cuplikan pernyataan Benny yang dinilai memprovokasi Jokowi itu.

 

” ..Kita ini pemenang Pilpres, kita ini besar, tetapi serangan lawan terus. Sarannya adalah amplifikasi program-program dan keberhasilan bapak melalui Kemenkop. Kedua, kita gemes pak ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak. Nah, kalau bapak tidak mengizinkan kita tempur di lapangan, melawan mereka, maka penegakkan hukum yang harus … Misalnya, setiap mereka yang selama ini mencemarkan nama baik, menyerang pemerintah, hasut, adu domba, penyebaran kebencian, semua bisa dijerat dengan hukum. Penegakkan hukum ini yang harus dilakukan. Maka Jika tidak, kami kehilangan kesabaran, ya udah kita yang menghadapi mereka di lapangan misalnya …”

(Red/JJ)

Pernyataan Kepala BP2MI Benny Ramdhani Berbahaya Memicu Perpecahan Bangsa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *