,

4.791 Siswa Kehilangan Tempat dalam PPDB karena Manipulasi Domisili KK

oleh -498 Dilihat
oleh
4.791 Siswa Kehilangan Tempat dalam PPDB karena Manipulasi Domisili KK
banner 468x60

Bandung, rakyatbicara.co.id – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengungkapkan bahwa sebanyak 4.791 siswa telah kehilangan kesempatan mereka dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK dan SLB tahun 2023. Keikutsertaan mereka dalam PPDB dibatalkan setelah terbukti melakukan manipulasi domisili pada Kartu Keluarga.

Ridwan Kamil menjelaskan bahwa siswa-siswa ini menggunakan cara curang dengan memalsukan dan mengubah informasi domisili pada Kartu Keluarga. Keputusan ini diambil setelah tim pengaduan PPDB Jawa Barat melakukan investigasi mendalam. Gubernur Jawa Barat juga memperingatkan bahwa tim tersebut akan terus menyelidiki kemungkinan adanya kecurangan serupa pada masa yang akan datang.

banner 336x280

“Sistem PPDB Jawa Barat harus adil bagi semua pihak, termasuk memastikan hak pendidikan warga setempat yang tinggal dekat dengan sekolah terpenuhi dengan baik,” ujar Ridwan Kamil melalui akun Twitter-nya pada Senin, 17 Juli 2023.

Namun, Ridwan Kamil juga mengakui bahwa sistem zonasi dalam PPDB masih memiliki banyak kekurangan. Oleh karena itu, evaluasi akan dilakukan untuk membahas perbaikan sistem ini bersama Kementerian Pendidikan, agar PPDB tahun depan dapat lebih adil dan sempurna.

Ridwan Kamil menjelaskan bahwa masalah PPDB bukan hanya terjadi di Jawa Barat, tetapi juga di seluruh daerah di Indonesia, karena PPDB merupakan kebijakan nasional. Beliau juga menambahkan bahwa pengaduan orang tua siswa terkait PPDB tidak hanya terkait dengan SMA, tetapi juga berlaku untuk penerimaan di SMK.

Temuan Kecurangan di Majalengka, Jawa Barat

Sistem zonasi dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2022 di Majalengka, Jawa Barat, menjadi lemah akibat berbagai upaya yang dilakukan oleh orang tua siswa dan panitia.

Seorang orang tua bahkan mengaku siap membayar berapapun jumlahnya agar anaknya diterima di sekolah yang diinginkan. Mereka menghadapi kendala karena tempat tinggal mereka tidak masuk dalam zonasi SMA Negeri Majalengka yang menjadi pilihan, karena berada di kecamatan yang berbeda.

Salah satu bentuk kecurangan yang terjadi adalah dengan memanipulasi Kartu Keluarga. Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa pihaknya sedang terus menyelidiki kasus-kasus kecurangan yang terjadi dalam PPDB guna menindak pelaku-pelaku yang bertanggung jawab.

4.791 Siswa Kehilangan Tempat dalam PPDB karena Manipulasi Domisili KK

banner 336x280